Johny Indo dan Robin Hood: Kisah Kelam Otak Geng Perampok Legendaris Pachinko

Johny Indo dan Robin Hood: Kisah Kelam Otak Geng Perampok Legendaris Pachinko

- Redaksi

Senin, 18 November 2024 - 03:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Johny Indo (Foto Istimewa/bomindonesia)

Johny Indo (Foto Istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA -Tiada yang tak mengenal cerita rakyat Inggris, Robin Hood. Dulu kala Robin Hood digambarkan sebagai bangsawan yang peka kepada penderitaan kaum miskin. Tokoh fenomenal itu menganggap pemerintah—kerajaan tak perduli nasib rakyat miskin.

Robin Hood berang dan memilih jalannya sendiri. Ia rela menggarong harta tuan kaya raya dan membaginya ke rakyat miskin. Kisahnya memang diyakini fiksi. Namun, Bukan berarti sosok menyerupai Robin Hood tak berwujud di dunia nyata. Robin Hood itu ada. Johny Indo, namanya.

Begini Ceritanya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tampang rupawan kerap dianggap rumus hidup sukses dan kaya raya. Barang siapa yang memiliki wajah rupawan, niscaya jalannya menuju kesuksesan akan mudah. Pandangan itu mulanya diamini oleh Yohanes Herbertus Eijkenboom atau yang lebih dikenal sebagai Johny Indo.

Pria kelahiran Garut, 6 November 1948 punya berkah wajah rupawan. Wajah itu warisan dari ayahnya tentara Belanda yang membelot lalu membela Indonesia dalam Perang Revolusi 1945-1949. Wajah rupawan Johny membawanya hidup lurus.

Ia mampu menembus ganasnya industri hiburan Indonesia. Kesempatan jadi aktor dan model iklan berdatangan. Namun, tuntutan kehidupan membutakan segalanya.

Kala itu ia harus menghidupi seorang istri dengan empat anaknya. Belum lagi Johny punya beberapa kekasih gelap. Johny berpikir panjang.Ia sampai pada batas pemikiran hingga terpilihlah jalan masuk dunia shadow jadi rampok. Suatu dunia yang kemudian membuatnya dikenal sebagai Robin Hood yang membantu sesama.

Pada intinya begini saya enggak ingin lihat orang miskin banyak di jalan. Saya mau jadi semacam Robin Hood. (terinspriasi) karena nonton film Robin Hood, Si Pitung, terus liat legenda orang zaman dulu yang membela rakyat,” ujar Johny Indo kala diwawancara via youtube On The Spot Trans 7, 29 November 2017.

Ilmu Maling

Khalayak umum sudah tentu akrab dengan kata bijak jangan menilai buku dari kover depannya. Begitulah pelajaran penting mengajari kita terkait sosok Johny Indo. Tiada yang menyangka Johny yang mulai menaiki anak tangga dunia hiburan adalah otak dari geng perampok berbahaya, Pasukan China Kota (Pachinko) era Orde Baru, 1970-an hingga 1980-an.

Baca Juga :  Banjarmasin Tunjukan Capaian PAD Yang Meningkat Signifikan

Saban hari ia menghabiskan waktunya sebagai aktor dan model. Aktivitas itu dijalani dengan suka cita. Kebetulan dunia hiburan cocok baginya. Johny diterima sebagai anak baik-baik.

Johny dianggap lurus saja, tidak neko-neko. Tidak pula keras dan cepat marah. Malahan dari berbagai penuturan sikapnya justru rada kebancian-bancian. Konon, ia sengaja membentuk citra itu demi menyembunyikan watak aslinya.

Intinya tiada yang percaya Johny pernah menjadi otak dari berbagai perampokan toko emas di Jakarta. Ia mulanya punya beberapa anak buah saja, hingga kemudian mencapai 12 orang.

Johny dipandang sebagai pemimpin Pachinko yang cerdas nan brilian. Kecerdasan itu dibuktikan dari perampokan toko emas pertamanya di Kebon Kacang pada September 1977. Johny tak mau perampokan pertamanya asal-asalan. Johny menyusun rencana matang-matang. Ia mendalami ilmu maling itu lewat buku-buku.

“Johny Indo juga gemar membaca buku-buku yang bertema politik, perang, spionase, cowboy, silat China dan sejarah. Semua buku tersebut telah menjadi guru yang baik untuknya dalam menimba ilmu merampok,” ujar Willy A. Hangguman dalam buku Johny Indo: Tobat dan Harapan (1990).

Rencananya dimulai dengan mencuri mobil yang biasa jadi taksi gelap. Supirnya dibuang di Bogor. Mereka pun beraksi. Johny pun beraksi dengan dua pistol andalannya, Smith & Wesson kaliber 32 dan Colt kaliber 45. Pistol pun diletuskan ke udara.

Penjaga toko panik dan semua emas disikatnya. Mereka sengaja kabur ke Kebayoran Baru yang notabene tempat orang kaya dan jenderal-jendral militer tinggal. Tujuannya untuk memberikan Shock Therapy kepada yang mengejar, seakaan-akan aksi rampok dilakukan anak-anak dari keluarga jenderal.

Johny lalu menurunkan tiga orang komplotannya di tengah jalan. Ia lalu melaju dan memarkirkan kendaraannya di Kebayoran Baru. Johny pulang dengan bus kota ke rumahnya. Emas rampokan berjumlah dua kg dileburkan, kemudian dibagi rata.

Penjahat Paling Dicari

Mulanya Johny menganggap merampok punya resiko tinggi. Namun, berbekal ilmu maling risiko tertangkap berhasil diminimalisir. Jejak Johny dan gerombolan perampok Pachinko tak mampu diendus aparat keamanan dalam waktu yang lama.

Baca Juga :  Ikan 1 Ton Siap Dibagikan Gubernur Haji Muhidin di Haul Abah Guru Sekumpul

Emas yang hasil dilebur kemudian dibawa ke penadah emas di seantero Jakarta. Uang mereka kian bertambah. Khusus Johny uang itu tak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga dan foya-foya saja. ia selalu memberikan porsi besar untuk orang miskin yang membutuhkan. Awal mula ia disebut Robin Hood.

Keinginan merampok kembali muncul dari kawanan Johny. Mereka merasa uang hasil rampok mulai menipis. Johny merencanakannya dengan matang. Ia merekrut anggota baru Perampokan kadang menggunakan motor. Kadang juga menggunakan mobil.

Johny juga kadang ikut, kadang memantau dari kejauhan. Johny sampai punya kode etik dalam merampok. Kelompok Pachinko tak boleh mengganggu wanita, merampok orang miskin, dan tidak boleh menyakiti atau membunuh target.

Barang siapa yang melanggar, siap-siap akan dihajar hingga babak belur oleh Johny. Aparat keamanan kelabakan. Mereka melaporkan komplotan Pachinko menggorong toko emas sebanyak tujuh kali – kemudian yang diakui hanya lima.

“Namun di pengadilan mereka hanya mengakui lima peristiwa. Yaitu toko emas di Gang Lontar, Tanah Abang, Sawah Besar, Jatinegara dan terakhir di Pasar Jangkrik. Semuanya, katanya, dilakukan sekitar awal 1978 sampai Maret 1979. Dari laporan para korban, polisi mencatat, ada sekitar 16 kg emas yang sudah digasak komplotan Johny,” tertulis dalam laporan majalah Tempo berjudul Johny Indo, 10 Tahun Kemudian, 29 Desember 1979.

Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Begitulah pribahasa yang menggambarkan akhir kisah dunia gelap Johny Indo. Ia berhasil ditangkap karena ada anggotanya kedapatan lebih dulu. Johny akhirnya divonis 10 tahun penjara pada 1979.

Ia sempat ditahan di Penjara super ketat, Nusakambangan. Ia mencoba menaklukkan Nusakambangan, bahkan sempat berhasil kabur beberapa hari pada 1982. Namun, polisi kembali menangkapnya. Johny pun pasrah dan menikmati kehidupannya di penjara.

Ia baru bebas pada 1987. Kebebasan itu membuat Johny kesohor. Berita tentang kebebasannya memenuhi media massa. Ketenaran Johny membawanya kembali menekuni dunia hiburan. Ia menjadi aktor lalu pendakwah. Suatu jalan hidup yang tak mungkin bisa dilakukan orang banyak, kecuali Johny Indo.

bomindonesia

Editor : Mercurius

Sumber Berita: SEA Today

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

LAYANAN HUKUM - Ketua DPD KAI Kalsel DR Bujino A Salan SH MH, Sekjen Zakaria SH MH bersama pengurus, Penasehat DPD KAI Kalsel Dr H A Murjani SH MH dan Akhmad Yani SH MH melakukan pemotongan kue ulang tahun disela sela  pelaksanaan Layanan Hukum Gratis di Menara Pandang Banjarmasin, Sabtu (30/5/2026) pagi. 
(Foto: Mercy  )

Halo Indonesia

Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:22 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Berhasil Juara Umum POPDA Kalsel, Pemko Siapkan Bonus

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:12 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Sembelih 10 Hewan Kurban, Uniska Bagikan Ribuan Potong Daging Sapi

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:05 WITA

Screenshot

Peristiwa & Hukum

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

Verified by MonsterInsights