Keteladanan dari Dua Tokoh, Saat Perbedaan Keyakinan tak Memutus Persaudaraan – bomindonesia.com

Keteladanan dari Dua Tokoh, Saat Perbedaan Keyakinan tak Memutus Persaudaraan

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 17:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Mercurius

Oleh Mercurius

Oleh Mercurius

Di tengah meningkatnya kasus penolakan pembangunan rumah ibadah di berbagai daerah Indonesia, masyarakat sepatutnya menengok kembali ke belakang: kepada keteladanan dua tokoh bangsa—KH Agus Salim dan Buya Hamka—yang memberi pelajaran luhur soal menghormati perbedaan, bahkan dalam lingkaran keluarga sendiri.

Chalid Salim, adik dari KH Agus Salim, memutuskan pindah agama menjadi Katolik setelah perjumpaannya dengan seorang pastor di masa pengasingan di Digul. Meski berbeda keyakinan, KH Agus Salim justru bersyukur atas keputusan adiknya menemukan kembali jalan spiritualnya. Tak ada kutukan. Tak ada pengucilan. Hanya doa dan penerimaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu pula Buya Hamka, ulama besar dan tokoh Muhammadiyah, tetap memelihara kasih dan hormat kepada adik tirinya, Willy Amrull, yang memilih menjadi pendeta Kristen. Mereka tetap bersaudara dalam arti yang paling sejati—melampaui sekat-sekat keyakinan.

Kedua kisah ini menjadi cermin pluralisme Indonesia yang sesungguhnya: bahwa perbedaan iman tak mesti berujung pada permusuhan. Bahwa cinta keluarga, penghargaan atas pilihan spiritual orang lain, dan hidup berdampingan adalah nilai luhur yang seharusnya dijaga.

Namun realitas hari ini berbicara lain. Penolakan rumah ibadah, intimidasi terhadap minoritas agama, dan pelabelan sesat terhadap yang berbeda terus terjadi. Padahal, konstitusi menjamin kebebasan beragama, dan sejarah menunjukkan bahwa perbedaan telah lama hidup berdampingan dalam tubuh bangsa ini.

Kini saatnya kembali belajar dari para pendahulu. Jika tokoh sekelas Buya Hamka dan KH Agus Salim mampu menerima perbedaan iman dalam keluarganya sendiri tanpa kebencian, mengapa hari ini kita justru kian sempit dan penuh prasangka?

Menjaga kebebasan beragama bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab moral setiap warga. Karena pluralisme bukan sekadar slogan—ia adalah fondasi hidup bersama.

 

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDONESIA
81 Tahun Merdeka, Masihkah Kepak Sayap Garuda Menaungi?
Ritchie Blackmore, Algoritma dan Kenangan Gagang Sapu
33 Tahun Terpisah, Ritchie Blackmore Akhirnya Kembali Sepanggung dengan Deep Purple
Jajaran SKPD Hingga Umum Bagikan 7 Ribu Bendera Merah Putih untuk Warga Sambut HUT Ke-81 RI
Harapan Kepada Jefrie Fransyah Agar Tata Kelola Persampahan di Kota Seribu Sungai Lebih Baik
Saat Listrik Padam, Mana yang Lebih Efektif, Video Call atau Terbang ke Jakarta?
Gubernur Pantau PLTU Asam-Asam via Video Call melalui Kabinda

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:36 WITA

INDONESIA

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:53 WITA

81 Tahun Merdeka, Masihkah Kepak Sayap Garuda Menaungi?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:20 WITA

Ritchie Blackmore, Algoritma dan Kenangan Gagang Sapu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:43 WITA

33 Tahun Terpisah, Ritchie Blackmore Akhirnya Kembali Sepanggung dengan Deep Purple

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Jajaran SKPD Hingga Umum Bagikan 7 Ribu Bendera Merah Putih untuk Warga Sambut HUT Ke-81 RI

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Masker ke Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:24 WITA

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Kepada Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:14 WITA

Banjarmasin Bungas

Warga Banjar Desak Pemkot Banjarmasin Kelola Majukan Makam ‘Raja Banjar’

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:56 WITA

Verified by MonsterInsights