Keutamaan Puasa

Keutamaan Puasa

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selamat Berpuasa

Selamat Berpuasa

BOMINDONESIA.COMMenahan lapar dan haus dalam kondisi biasa barang tentu adalah hal yang berat. Sebab, fitrah manusia adalah memenuhi hajat hidupnya. Tetapi, hal itu akan menjadi terasa indah dan nikmat, jika semuanya dilandaskan pada keyakinan bahwa ini adalah perintah dari Allah SWT yang wajib diimani.

Fadilah dan keutamaan yang diberikan kepada orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan adalah janji Allah SWT. Beberapa keutamaan puasa sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah SAW., sebagai berikut:

Mendapat Balasan Langsung dari Allah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW., bersabda: “Allah ‘Azzawajalla berfirman -dalam hadits qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam-yakni manusia- itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya. Puasa adalah sebagai perisai -dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang diantara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seorang atau dilawan dengan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah -sedang- berpuasa.”

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan: Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintahKu Allah. Puasa adalah untukku (Allah) dan Aku akan memberikan balasannya, sedang sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya.”

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: “Setiap amal perbuatan anak Adam yakni manusia itu, yang berupa kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh kalinya sehingga tujuh ratus kali lipatnya.” Allah Ta’ala berfirman: “Melainkan puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku akan memberikan balasannya. Orang yang berpuasa itu meninggalkan kesyahwatannya, juga makanannya semata-mata karena ketaatannya pada perintahKu. Seorang yang berpuasa itu mempunyai dua macam kegembiraan, sekali kegembiraan di waktu berbukanya dan sekali lagi kegembiraan di waktu menemui Tuhannya. Sesungguhnya bau bacin mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

Baca Juga :  Investor Pasar Modal RI Tembus 16 Juta, Kalsel Catat Kenaikan Signifikan

Masuk Surga Melalui Pintu Rayyan

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW., bersabda: “Barangsiapa yang menafkahkan sepasang binatang yakni dua ekor kuda, lembu ataupun unta dalam kepentingan fisabilillah maka ia akan dipanggil dari semua pintu surga dengan ucapan: “Hai hamba Allah, inilah yang lebih baik.” Maka jikalau seorang itu dari golongan ahli salat, ia akan dipanggil dari pintu salat. Barangsiapa yang termasuk dalam ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang termasuk dalam ahli puasa, ia akan dipanggil dari pintu Rayyan. Artinya, puas atau kenyang minuman. Barangsiapa yang termasuk dalam ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah.”

Abu Bakar RA berkata: “Ya Rasulullah, tidak ada kerugian sama sekali bagi seorang yang telah dipanggil dari pintu-pintu itu, tetapi apakah ada seorang yang dipanggil dari semua pintu itu?” Beliau SAW. menjawab: “Ya, ada dan saya mengharapkan agar Anda termasuk dalam golongan orang yang dipanggil dari semua pintu tadi,” (muttafaq ‘alaih).

Dari Sahl bin Sa’ad RA., dari Nabi SAW., sabdanya: “Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Rayyan. Artinya: puas dan kenyang minum. Dari pintu ini masuklah semua orang yang berpuasa besok pada hari kiamat. Tidak ada seorang yang selain orang-orang yang berpuasa itu yang dapat masuk dari pintu itu. Dikatakanlah: “Manakah orang-orang yang berpuasa.” Mereka itu lalu berdiri, lalu tidak seorangpun yang dapat masuk dari pintu Rayyan tadi selain orang-orang yang berpuasa. Jikalau mereka telah masuk seluruhnya, lalu pintu itupun ditutup, sehingga tidak seorangpun lagi yang dapat memasukinya,” (muttafaq ‘alaih).

Baca Juga :  God Bless Siap Gelar Konser Akustik Perdana Rayakan 52 Tahun

Sehari Berpuasa Dijauhkan 70 Tahun dari Neraka

Dari Abu Said RA.: “Rasulullah SAW., bersabda: “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fisabilillah -yakni semata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah-, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya -yakni dirinya- karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuh puluh tahun dari neraka,” (muttafaq ‘alaih).

Diampuni Dosa-dosa Terdahulu

Dari Abu Hurairah RA. bahwasanya Nabi SAW., bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu,” (muttafaq ‘alaih).

Ada Keberkahan Di Dalam Makan Sahur

Dari Anas RA. berkata: Rasulullah SAW., bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan,” (HR Muslim).

Senantiasa dalam Kebaikan Selama Berbuka

Dari Sahal bin Saad RA: Bahwa Rasulullah SAW., bersabda: “Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (HR Muslim).

Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW. bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.”

Oleh : H Muhammad Tambrin (https://kemenag.go.id/opini/keutamaan-puasa-hzx5vd)

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Pekerjaan Tak Lagi Pasti : Ancaman Job Insecurity di Dunia Kerja Modern
Menakar Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan di Era Hexahelix Governance
Penyiaran, Kebenaran, dan Ketahanan Nasional di Tengah Banjir Informasi
Wadai Masubah, Jejak Kue Tradisional Banjar yang Masih Bertahan
Pembaruan Dalam KUHAP Baru
Kaleidoskop Akhir Tahun 2025: Dari Pembunuhan Jurnalis dan Mahasiswi hingga Proyek Kota, Kalimantan Selatan Diuji
Moral Compensation: Ketika Kepedulian pada Isu Publik Tidak Otomatis Mencerminkan Kepedulian Terhadap Keluarga
Hijrah dan Sunyi Suara Umat Mayoritas

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:28 WITA

Ketika Pekerjaan Tak Lagi Pasti : Ancaman Job Insecurity di Dunia Kerja Modern

Rabu, 15 April 2026 - 00:27 WITA

Menakar Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan di Era Hexahelix Governance

Rabu, 1 April 2026 - 12:04 WITA

Penyiaran, Kebenaran, dan Ketahanan Nasional di Tengah Banjir Informasi

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:29 WITA

Wadai Masubah, Jejak Kue Tradisional Banjar yang Masih Bertahan

Senin, 5 Januari 2026 - 10:13 WITA

Pembaruan Dalam KUHAP Baru

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights