Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Kalsel Stabil

Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Kalsel Stabil

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Stabil dan Berjalan Baik

Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Stabil dan Berjalan Baik

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menilai kinerja lembaga jasa keuangan di Kalimantan Selatan posisi Januari 2026 terpantau stabil dengan risiko tetap terjaga.

“Perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global dan tren pemulihan keyakinan konsumen,” ucap Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, Jumat (13/3/2026)

Namun demikian, sambungnya, peningkatan tensi geopolitik pada awal 2026, termasuk di Timur Tengah serta dinamika perdagangan AS, menjadi downside risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk kinerja perekonomian Kalimantan Selatan pada kuartal IV 2025, tambahnya, terpantau tumbuh 5,46 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (TW III: 5,19 persen yoy) sedikit di bawah pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,39 persen (yoy).

Sementara secara c-to-c (cumulative to cumulative), ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh 5,22 persen, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional (5,11 persen).

Baca Juga :  Kredit Investasi Padat Karya untuk UMKM

“Tiga sektor penopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Selatan yaitu Pertambangan dengan porsi 23,20 persen, diikuti oleh sektor Pertanian (12,68 persen) dan Industri Pengolahan (11,37 persen),” tuturnya.

Ia menyebut, perkembangan Sektor Perbankan Kinerja intermediasi perbankan di Kalimantan Selatan masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai.

Pada Januari 2026, kredit tumbuh 6,71 persen yoy menjadi sebesar Rp82,29 triliun (Desember 2025: Rp82,48 triliun) dan kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross berada di angka 2,63 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 28,16 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 6,78 persen, dan Kredit Modal Kerja terkontraksi 8,23 persen. Penyaluran Kredit Investasi tertinggi terletak di Kota Banjarmasin (Rp19,05 triliun).

“Proporsi penyaluran kredit UMKM terhadap keseluruhan kredit di Kalimantan Selatan yaitu sebesar 26,86 persen. Sektor UMKM yang banyak menerima pembiayaan yaitu Industri Pengolahan (meningkat 21,90 persen yoy),” paparnya.

Baca Juga :  Edukasi Keuangan Digital Cegah Kerugian Masyarakat di Kalsel

Sementara itu, peningkatan Aset di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 6,05 persen yoy, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik sebesar 5,68 persen yoy, dan Kredit bertumbuh 6,71 persen yoy.

“Sumber peningkatan DPK terbesar bersumber dari giro sebesar 11,97 persen yoy, tabungan sebesar 3,92 persen yoy, dan deposito sebesar 0,74 persen yoy. Secara spasial, pangsa DPK terbesar berada di Kota Banjarmasin (Rp61,2 triliun), atau mengambil porsi sebesar 62,42 persen,” bebernya.

Indikator kinerja perbankan syariah tercatat mengalami penyesuaian. Aset tercatat mengalami penurunan sebesar 12,97 persen yoy atau menjadi Rp10,49 triliun, sedangkan pembiayaan meningkat sebanyak 10,33 persen yoy atau menjadi Rp9,36 triliun.

“DPK mengalami kontraksi sebesar 6,34 persen yoy. Meskipun demikian, likuiditas perbankan syariah terjaga di angka 100,54 persen dan NPF gross di bawah threshold yaitu 2,03 persen,” imbuhnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan
Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?
Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:32 WITA

Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:02 WITA

BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:30 WITA

Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2

Berita Terbaru

Sekda Salurkan Santunan Kematian Untuk Ahli Waris Terdampak Kebakaran

Banjarmasin Bungas

Sekda Salurkan Santunan Kematian Untuk Ahli Waris Terdampak Kebakaran

Selasa, 30 Jun 2026 - 20:04 WITA

Verified by MonsterInsights