BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Musibah kebakaran di Kota Banjarmasin terus terjadi. Sepanjang tahun 2025 ini saja sudah tercatat puluhan kasus kebakaran dan 200 KK terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Data musibah kebakaran terhitung sejak Januari hingga Juni tahun ini.
Pemerintah Kota Banjarmasin pun tak diam dan para korban kebakaran tak pernah luput diberikan bantuan.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, uluran tangan kepada korban musibah kebarakan sudah menjadi keharusan pemerintah. Hal itu merupakan bentuk solidaritas dari pemerintah daerah.
“Ini bentuk solidaritas dari Pemkot Banjarmasin. Kami hanya meneruskan program-program bantuan yang sudah dicanangkan oleh pemerintahan sebelumnya,” ujar Ananda.
“Program yang baik akan kami lanjutkan, dan yang kurang akan kami evaluasi dan perbaiki,” tambahnya.
Ananda juga menggarisbawahi bahwa masih ada persoalan dalam mekanisme penyaluran bantuan, terutama ketika rumah yang terbakar merupakan rumah sewaan.
“Yang menerima bantuan biasanya penyewa, padahal yang mengalami kerugian besar adalah pemilik rumah,” kata Ananda.
“Ini yang sedang kami koordinasikan ulang agar penyaluran bantuan lebih adil dan tepat sasaran,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya merespons cepat setiap kejadian.
Ia menyebutkan dalam beberapa kasus kebakaran besar, Dinas Sosial langsung membuka dapur umum.
“Dalam kejadian besar seperti di Kelayan Luar dan Jalan Sutoyo, kami membuka dapur umum dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak,” jelas Nuryadi.
“Misalnya, saat kejadian yang melibatkan 16 kepala keluarga, kami langsung turun tangan,” sambungnya.
Nuryadi juga menuturkan bahwa pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk penanganan bencana lain seperti puting beliung dan banjir.
“Kalau kebakaran memang ditangani Dinas Sosial, tapi untuk puting beliung dan banjir, itu nanti akan kami koordinasikan dengan BPBD dan Kesra,”
“Tujuannya agar semua bentuk musibah bisa ditangani secara komprehensif,” tutupnya.
Editor : Hamdani














