BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah meluncurkan skema kredit/pembiayaan baru yakni Kredit Investasi Padat Karya.
“Skema kredit ditujukan sektor-sektor industri padat karya, seperti pakaian jadi, tekstil, furnitur, kulit, barang dari kulit, alas kaki, mainan anak, serta makanan dan minuman,” ucapnya dalam agenda BRI Microfinance Outlook 2025, Kamis (30/1/2023).
Ia berharap, fasilitas ini diharapkan bisa membantu UMKM di sektor padat karya untuk meningkatkan produksinya sehingga bisa melakukan ekspor dengan maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apapun banknya yang memberikan kredit investasi untuk UMKM itu sektornya sektor padat karya. Itu bunganya disubsidi 5%,” tutur Airlangga Hartarto.
Skema kredit ini menawarkan sejumlah fitur menarik, antara lain plafon pinjaman di atas Rp500 juta hingga Rp10 miliar, suku bunga atau margin yang lebih rendah dari kredit komersial, dan jangka waktu pinjaman fleksibel antara 5-8 tahun.












