Laporan Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia, DPK Melambat

Laporan Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia, DPK Melambat

- Redaksi

Rabu, 22 Januari 2025 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bank Indonesia (BI) (foto:istimewa/bomindonesia)

Kantor Bank Indonesia (BI) (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan I-2025 diproyeksi melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia, perlambatan tersebut terindikasi dari pertumbuhan DPK sebesar  Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 68,8%, lebih rendah dibandingkan 89,3%, pada triwulan sebelumnya.

“Perlambatan pertumbuhan DPK diperkirakan terjadi pada seluruh jenis instrumen, baik tabungan (SBT 63,8%), giro (SBT 73,2%) maupun deposito (SBT 80,1%),” tulis laporan BI dikutip Rabu (22/1/2025).

Walau demikian, BI memperkirakan pertumbuhan DPK hingga akhir tahun 2025 jauh lebih tinggi dari tahun 2024. Hal ini tecermin dari prakiraan penghimpunan DPK tahun 2025 yang tercatat sebesar SBT 99,6%, meningkat dari SBT 89,3% pada tahun sebelumnya.

Tantangan pengimpunan DPK perbankan di tahun ini memang akan semakin berat. Perbankan harus bersaing dengan instrumen investasi non bank seperti surat berharga dalam menghimpun DPK, kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% juga berpotensi menyebabkan simpanan sulit tumbuh double digit.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memperkirakan laju pertumbuhan DPK bank ke depan akan tersendat imbas kenaikan PPN menjadi 12%.

Baca Juga :  Klaim Menang di Pilkada Cianjur, Puluhan Pendukung Wahyu-Ramzi Cukur Gundul

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, sebelum adanya kebijakan PPN 12% pertumbuhan DPK perbankan memang sudah melambat, sehingga dengan adanya PPN 12% akan sulit DPK untuk naik kencang.

Ia juga memproyeksikan DPK akan tumbuh 6%-7% di tahun ini, menurutnya itu akan bergantung pada dinamika perekonomian ke depan.

Ekonom Celios, Bhima Yudhistira juga menilai, perlambatan pertumbuhan DPK, salah satunya karena disposable income masyarakat yang menurun secara signifikan menyebabkan DPK turun. “Tapi dari sisi deposan kakap juga terpengaruh laba beberapa sektor seperti komoditas yang trennya melambat. Begitu harga komoditas turun maka langsung tercermin di laju DPK,” ucapnya.

Baca Juga :  Warga Bubarkan Pesta Diduga LGBT di Grand ITC Permata Hijau

Ia pun memproyeksikan pertumbuhan DPK bank tahun 2025 berada di kisaran 5%-6,5% yoy. Menurutnya, perebutan likuiditas antara pemerintah dengan perbankan karena besarnya kebutuhan pembiayaan APBN tahun 2025 akan menurunkan simpanan di bank. Selain itu, banyaknya tarif dan pungutan baru juga berpengaruh ke jumlah saldo masyarakat.

“Kan lapangan kerja terbatas, pajak makin mengambil porsi yang besar dari sisi disposable income dan ini berimbas ke fenomena makan tabungan yang berlanjut di tahun depan,” imbuhnya.

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakernas VIII KAI Diikuti 35 Provinsi, Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Organisasi
Pemerintah Kota Semarang Gelar Karnaval Paskah 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Kota Lama
Kembali Muncul, Yandi Pratama Siap Ramaikan Lagi Industri Musik Nasional
Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus Skala Besar, Target Operasi 2028
Story Emosional Bikin Geger, Thomas Ramdhan Diduga akan Hengkang dari GIGI
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 43,8 Kg Sabu, Pelajar Jaksel Diduga Terseret Jaringan Fredy Pratama
Ketupat, Hujan, dan Cerita Lama di Halal Bihalal Gang Buntu Grogol Selatan
Buronan Narkoba Internasional “The Doctor” Dibekuk di Malaysia

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 02:36 WITA

Rakernas VIII KAI Diikuti 35 Provinsi, Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Organisasi

Jumat, 17 April 2026 - 16:47 WITA

Pemerintah Kota Semarang Gelar Karnaval Paskah 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Kota Lama

Kamis, 16 April 2026 - 01:27 WITA

Kembali Muncul, Yandi Pratama Siap Ramaikan Lagi Industri Musik Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 17:22 WITA

Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus Skala Besar, Target Operasi 2028

Senin, 13 April 2026 - 14:55 WITA

Story Emosional Bikin Geger, Thomas Ramdhan Diduga akan Hengkang dari GIGI

Berita Terbaru

Sehat Sangat Penting Bagi Tubuh

Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Saat Berpuasa, Penuhi Pola Makan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:43 WITA

Buah Durian Enak Dikonsumsi

Galeri

Manfaat Makan Durian untuk Ibu Hamil

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:36 WITA

Verified by MonsterInsights