BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Tim rukyatul hilal Nahdlatul Ulama wilayah DKI Jakarta melaporkan tidak melihat hilal dalam pemantauan awal penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat (malam). Hasil tersebut disampaikan oleh Kepala Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, Abdul Kholik, usai proses pengamatan yang dilakukan sejak sore hari.
Menurut Abdul Kholik, pengamatan dilakukan secara langsung oleh tim falakiyah di sejumlah titik pemantauan di Jakarta. Namun, hingga waktu observasi berakhir, hilal tidak terdeteksi. “Berdasarkan pengamatan langsung, tim tidak melihat hilal,” ujarnya dalam keterangan kepada media.
Ia menjelaskan, hasil rukyat tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bahan informasi atau ikhbar. Meski demikian, penetapan resmi awal Syawal tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penetapan 1 Syawal merupakan kewenangan pemerintah. Kami menunggu hasil sidang isbat yang akan mempertimbangkan laporan rukyat dari seluruh Indonesia,” kata Abdul Kholik.
Proses penentuan Lebaran tahun ini masih menunggu hasil pemantauan dari wilayah paling barat Indonesia, khususnya Aceh, yang menjadi titik akhir observasi nasional. Hasil dari berbagai daerah tersebut akan dikompilasi sebelum diputuskan dalam sidang isbat.
Abdul Kholik menegaskan, keputusan pemerintah bersifat mengikat dan diharapkan dapat menjadi acuan bersama umat Islam di Indonesia. Ia juga mengingatkan agar perbedaan yang mungkin muncul dalam penentuan hari raya tidak dijadikan sumber perpecahan.
“Ketetapan pemerintah bersifat mengikat dan menghilangkan perbedaan. Jika ada perbedaan, hal itu merupakan bagian dari khazanah keilmuan dan harus disikapi dengan bijak,” ujarnya.
Rukyatul hilal merupakan metode penentuan awal bulan hijriah melalui pengamatan langsung terhadap posisi bulan. Metode ini digunakan secara luas di Indonesia dan menjadi salah satu dasar dalam penentuan awal Ramadan maupun Idul Fitri, selain metode hisab.
Kegiatan rukyat yang dilakukan PWNU DKI Jakarta melibatkan berbagai unsur, termasuk perwakilan pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta organisasi keagamaan lainnya. Sejumlah media juga turut hadir untuk memantau proses tersebut.
Menjelang penetapan resmi, masyarakat diimbau untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan final pemerintah. Dengan demikian, pelaksanaan Idul Fitri dapat berlangsung serentak dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia.
Di akhir keterangannya, Abdul Kholik menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga persatuan dan saling menghormati dalam menyikapi perbedaan penentuan hari raya.
Editor Sukmahid












