O.M. Pancaran Muda dan Wiwiek Abidin Menghibur Masyarakat Banjarmasin

O.M. Pancaran Muda dan Wiwiek Abidin Menghibur Masyarakat Banjarmasin

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 23:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atas : Wiwiek Abidin di-tunggu-tunggu oleh masyarakat Banjarmasin
Tengah : Siti Rochani , penyanyi lagu2 Melayu yang taka sing lagi disana
Bawah : Lies Saodah sempat berkenalan dengan cowo Kalsel

Atas : Wiwiek Abidin di-tunggu-tunggu oleh masyarakat Banjarmasin Tengah : Siti Rochani , penyanyi lagu2 Melayu yang taka sing lagi disana Bawah : Lies Saodah sempat berkenalan dengan cowo Kalsel

BOMINDONESIA.COM PERTUNJUKAN musik yang dimeriahkan O.M. Pancaran Muda pimpinan Zakaria dengan penyanyi Wiwiek Abidin, Lies Saodah, Mansyur S, Dedy RM dan Salim ini di prakarsai oleh KONI Kalsel dalam rangka mencari biaya untuk memperbaiki Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Bioskop Dewi malam itu cukup dipadati publik, meskipun harga karcis mahal: masing-masing Rp.2.000,- dan Rp. 1.000,-. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang terpaksa membeli karcis melalui calo, berhubung calo-calo ini tidak segan-segan memborong karcis.

Biduan Deddy RM mendapat kesempatan tampil pertama dengan lagu “Hidup Untuk Cinta” dan “Harapan Hampa”. Stage-action-nya boleh juga; ngajak joget segala! Lies Saodah menyanyikan lagu “Kau Pergi Tanpa Pesan” dan “Kehancuran Cinta”. Gayanya mengundang tepuk sorak penonton. Pantas saja karena dia orang film. Mansyur S. dan Wiwiek Abidin terbilang penyanyi beken untuk lagu-lagu berirama Melayu. Mereka a.l. membawakan “Pengharapan”,”Gadis atau Janda”,”Boneka baru” dan “Seminggu da Malaysia”.

Baca Juga :  Siapa Eddy Tansil?

Tampil Salim memegang mic membuat situasi tambah riuh oleh ledakan tawa hadirin. Dagelannya mengena di hati.

Benar-benar kocak. Setelah acara beruntun dari bintang-bintang tamu, acara dilanjutkan dengan mengetengahkan juara-juara lagu-lagu Melayu 1974 Kalsel, a.l. Noutbatsyah, Siti Rochani dan Parman Andrias. Karena semua artis menyuguhkan lagu-lagu yang akrab sekali dengan penonton : ada yang senandung dan ada pula yang berirama joget, maka tidak jarang penonton dibuat latah; ikut-ikut naik kepentas untuk jingkrak-jingkrak berjoget dan goyang pinggul.

Baca Juga :  In Memoriam Abi Kusno, Jurnalis Investigasi asal Kalteng yang Pernah Diserang Oknum tak Dikenal hingga Luka 17 Tusukan dan Empat Jari Putus

Demikianlah pertunjukkan berlangsung dengan sukses. “Saya ketawa sampai keluar air mata, karena lucu dan dangdut!” kata Tante Rusmini, salah seorang hadirin memberikan komentar. *

bomindonesia

Penulis : *

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Majalah Varia Nada Edisi181 Tahun 1974

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights