BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN- Riset yang menggambarkan ‘Traspormasi digital dalam branding pendidikan’ salah satu isian jurnal yang membawa Prof M Zainul (Rektor Uniska MAB) resmi menyandang gelar guru besar.
Tentu kajian tersebut bukan hanya saja untuk tujuan pribadi, namun untuk kepentingan masyarakat luas dan kemajuan Kampus Uniska.
Dalam orasi guru besar, Prof Zainul menyampaikan secara gamblang, pertama Transformasi Digital dalam branding Pendidikan dapat dijalankan Sinergi antara situs web resmi sebagai pusat informasi formal dan media sosial (seperti Instagram) sebagai ruang interaksi visual jauh lebih efektif untuk membangun citra lembaga dibandingkan metode tradisional seperti pamflet.
Penggunaan kalender konten bulanan sangat disarankan untuk menjaga konsistensi publikasi prestasi dan kegiatan sekolah.
Kemudian, Kualitas Layanan Pendidikan Tinggi (Model HEdPERF).
Model HEdPERF adalah alat ukur kualitas layanan yang paling sesuai untuk perguruan tinggi karena mengevaluasi lima dimensi spesifik: aspek akademik, non-akademik, reputasi, akses, dan program. Fokus pada kualitaslayanan ini sangat krusial di era persiapan karier untuk memenuhiekspektasi mahasiswa sebagaipelanggan utama.
Selanjutnya, Resiliensi Institusi melalui loyalitas Mahasiswa dan Nilai yang Dirasakan.
Ketahanan institusi bergantung pada loyalitas mahasiswa yang dimediasi oleh nilai yang dirasakan (perceived value).
Mahasiswa akan tetap loyal dan memberikan rekomendasi positif jika mereka merasa kualitas layanan yang diterima sebanding dengan investasi finansial yang mereka keluarkan.
Hubungan Integrasi Digital dan Kualitas Layanan terhadap Keunggulan Kompetitif.
Keunggulan kompetitif terciptaketika visibilitas digital yang kuatdidukung oleh kualitas layananyang nyata di lapangan. Integrasi ini memungkinkan institusi untukmemposisikan diri secarastrategis, membangun kepercayaan publik, dan unggul dalam persaingan global.
Faktor Finansial dan AtributKampus dalam Keputusan Investasi Pendidikan.
Mahasiswa memandang pemilihan kampus sebagai sebuah keputusan investasi, di mana keterjangkauan biaya kuliah menjadi faktor utama yang diseimbangkan dengan manfaat karier. Selain biaya, atribut kampus seperti akreditasi dan kualitas fasilitas sangat menentukan keyakinan mahasiswa dalam memilih jurusan.
Kekuatan dan Kelemahan
Kelemahan utama pemasaran strategis di perguruan tinggi swasta saat ini terletak pada keterbatasan sumber daya manusia dan fragmentasi strategi digital.
Banyak institusi masih mengelola platform komunikasi secara sporadis tanpa dukungan tim khusus, di mana administrator sering kali merangkap jabatan sebagai tenaga pendidik, sehingga mengakibatkan pengelolaan konten yang tidakkonsisten (Zainul et al., 2025).
Selain itu, terdapat kesenjangan dalam interaktivitas komunikasi; situs web sering kali hanya berfungsi sebagai “etalase digital” satu arah yang kurang mampu membangun koneksi emosional ataudialog dua arah dengan calon mahasiswa.
Secara manajerial, banyak PTS masih terjebak dalam pendekatan yang berorientasi lebih pada produk(product-centric)daripada memprioritaskan manajemen berbasis layanan (service-centric)yang mengevaluasi pengalaman mahasiswa secara holistik.
“Saya berharap di masa mendatang bertumpu pada terciptanya ekosistem komunikasi terintegrasi yang memanfaatkan teknologi cerdas seperti kecerdasan buatan(AI) dan big data untuk personalisasikomunikasi berdasarkan perilakuaudiens,” ucapnya
“PTS diharapkan mampu mengadopsi model HEdPERF secara komprehensif guna meningkatkannilai yang dirasakan (perceived value) mahasiswa, yang terbukti menjadi pemicu utama terciptanya loyalitas dan advokasi positifmelalui mulut ke mulut,”
“Dengan menyinergikan branding digital yang kuat melalui sinergi situs web dan media sosial serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, PTS dapat membangun identitas institusional yang kredibeldan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di tengah disrupsi global,”. Tutupnya.














