Puluhan Pemilik Condotel Grand Aston Banua”Usir”Tamu yang Ingin Menginap, Tiga Tahun Bagi Hasil Saham tak Dibagikan

Puluhan Pemilik Condotel Grand Aston Banua”Usir”Tamu yang Ingin Menginap, Tiga Tahun Bagi Hasil Saham tak Dibagikan

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2024 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Pemilik Condotel Grand Aston Banua Melakukan Aksi Damai (foto:istimewa)

Puluhan Pemilik Condotel Grand Aston Banua Melakukan Aksi Damai (foto:istimewa)

BOMIndonesia.com, BANJAR– Sejumlah tamu yang ingin menginap di apartemen pertama di Banua itu dihalang halangi oleh puluhan pemilik kamar atau Condotel yang berkumpul baik di lobby dan halaman depan hotel di kawasan Jalan A Yani Km 11 Gambut Kabupaten Banjar itu.

Bahkan kericuhan pun nyaris terjadi di Hotel Aston Banua, pada Sabtu (7/9/2024) petang. Ketika ada serombongan tamu yang menginap dan ingin menginap yang coba melewati jalan lain dengan alasan ingin berenang dengan diantar staf hotel dikejar kejar para pemilik kondotel ” tutup saja akses keluar teriak seorang pemilik kondotel.

Apa sebab puluhan warga pemilik Condotel itu mengamuk? Ya, kesabaran mereka sudah habis, sebab selama tiga tahun haknya terkait bagi hasil saham diduga sudah lama tidak dibayarkan pihak Aston Banua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masing-masing pemilik kamar hotel memasang poster bertuliskan ‘kamar ini tidak disewakan sudah ditarik pemiliknya’ di depan pintu kamar hotel. Termasuk juga mereka  duduk depan pintu masuk keluar hotel di lobby

Baca Juga :  Digerebek di Rumah Orang Tua, Terduga Pengedar Sabu Puluhan Gram Diamankan Polisi

Setiap pengunjung yang mencoba masuk dijegal oleh pemilik kamar hotel. “Maaf bu, kamar ini tidak disewakan,” ucap ibu salah satu pemilik kamar yang menjaga pintu masuk hotel.

Puluhan Pemilik Condotel Grand Aston Banua Melakukan Aksi Damai
Puluhan Pemilik Condotel Grand Aston Banua Melakukan Aksi Damai

Ketika nyaris terjadi baku hantam antara salah satu pemilik kondotel yang tergabung dalam Perkumpulan Pemilik Condotel dan Penghuni Rumah Susun (PPCPRS) The Grand Banua, R Harun alias Eng Ho dengan seseorang dari pihak pengembang Grand Aston dari PT Banua Anugerah Sejahtera (BAS).

Sempat terjadi adu mulut saja antara keduanya, dan dengan sigap petugas keamanan dan juga dari paguyuban melerai, hingga salah satu Direktur PT BAS itu masuk ke ruangan untuk berunding dengan pengacara dari pihak Paguyuban, Jeffri Halim.

Kuasa Hukum (PPCPRS), Jefri Halim menyampaikan, aksi penutupan itu sebenarnya hanya bentuk ekspresi kekecewaan kliennya, karena pihak manajemen Hotel Aston tidak ada yang mau menemui para pemilik kamar.

Baca Juga :  Sabri Noor Herman dan Puluhan Pengacara Kalsel Siap Kawal Aktivis Pelapor Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sehingga hal itu menyulut emosi, karena paguyuban menginginkan solusi yang sudah lama diharapkan. Kemudian, Jefri melanjutkan, tak lama setelah adanya keributan dan adanya perundingan, akhirnya disepakati akan ada pertemuan antara kedua belah pihak pada Senin 9 September 2024.

Di hari tersebut, GM Aston Banua lah yang akan langsung menemui pihaknya dan diharapkan solusi terkait perjanjian kerjasama dengan pemilik kamar bisa tereaslisasi. “Ya ini sebenarnya aksi damai, mengapa mereka tadi menutup. Ya, karena pihak Aston ditunggu berjam-jam tidak ada yang menemui. Akhirnya ini bisa disepakati, hari senin nanti akan dilakukan pertemuan dengan pihak GM Aston,”

Jenny salah satu pemilik kamar mengaku, pihaknya sudah habis kesabaran, pasalnya tiga tahun haknya tidak dibayar-bayar. Jenny mengaku, ia dan suaminya memiliki dua kamar, dimana harusnya setiap kamar pertahunnya ia menerima kurang lebih Rp60 juta, jika ramai pengunjung bisa mencapai seratus lebih. ‘Dengan ini, saya berharap ada solusi sesuai kerjasama dan perjanjian,’ imbuhnya. (*)

bomindonesia

Penulis : Hamdani

Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Kotabaru Hadirkan SIAGA, Tingkatkan Perlindungan Perempuan dan Anak
Uniska MAB Dinobatkan Sebagai Juara Umum Nasional Ajang Simbelmawa
Viral Cosplay Tuyul di Banjarmasin Tengah Malam, Sekelompok Remaja Langsung Ditegur Polisi
BRI Banjarmasin Samudera Apresiasi Tuntutan Kasus Korupsi Kredit Fiktif di Unit Kuin Alalak
Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk
Lomba Bertutur Meriahkan Harjad ke -76 Kotabaru
Festival Olahraga Tradisional Sukses Digelar, Kormi Apresiasi Dukungan Pemkab Kotabaru
Dikomando Babe Aldo, Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Gubernur Kalsel Soal Solar Subsidi

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:06 WITA

Pemkab Kotabaru Hadirkan SIAGA, Tingkatkan Perlindungan Perempuan dan Anak

Senin, 25 Mei 2026 - 08:29 WITA

Uniska MAB Dinobatkan Sebagai Juara Umum Nasional Ajang Simbelmawa

Senin, 25 Mei 2026 - 01:27 WITA

Viral Cosplay Tuyul di Banjarmasin Tengah Malam, Sekelompok Remaja Langsung Ditegur Polisi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:40 WITA

BRI Banjarmasin Samudera Apresiasi Tuntutan Kasus Korupsi Kredit Fiktif di Unit Kuin Alalak

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:46 WITA

Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Berhasil Juara Umum POPDA Kalsel, Pemko Siapkan Bonus

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:12 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Sembelih 10 Hewan Kurban, Uniska Bagikan Ribuan Potong Daging Sapi

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:05 WITA

Screenshot

Peristiwa & Hukum

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

Verified by MonsterInsights