Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit Rp 22 miliar

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

BOMINDONESIA.COM, BANJARBARU – Polda Kalsel terus menggali bukti baru informasi kasus dugaan penggelapan Kopbun Sawit Sejati, Sampanahan, Kotabaru. Baru ini tiga orang dari panitia RAT dan pengurus baru telah dimintai keterangan, Senin (25/5/2026).

Pemanggilan tiga orang tersebut diyakini untuk menambah bukti adanya dugaan kejahatan yang dilakukan pengurus Kopbun Sawit Sejati lama.

Kuasa hukum, pelapor, Fauzan Ramon, meyakini bahwa kehadiran tiga orang saksi darinya (pelapor) dapat meyakinkan kepolisian dan pengembangan proses penyeledikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Fauzan, ini harapan pelapor agar keresahan anggota koperasi yang selama ini disalahgunakan oleh terlapor dapat dibuktikan secara hukum.

Apalagi duit yang digelapkan jumlahnya tak sedikit yakni puluhan miliar. Banyak anggota Kopbun menginginkan kasus ini dibongkar dan kedepannya agar lebih baik lagi.

Baca Juga :  Gerebek Gudang Pupuk Diduga Ilegal di Banjarbaru, Polda Kalsel Temukan 13.500 Sak
RAT Kopbun Sawit Sejati, Sampanahan, Kotabaru.

“Ya baru tadi ada tiga orang yang menghadap kepolisian untuk memberikan keterangan perihal alur jalannya koperasi. Semoga saja setelah tiga orang ini kepolisian sudah bisa mengabil kesimpulan, dan menetapkan tersangka atas kasus ini,” ucapnya.

Sementara itu, Syahrani, Panitia RAT Kopbun Sawit Sejati 2026 mengaku telah memberikan keterangannya kepada kepolisian.

Ia menyampaikan, RAT yang digelar 7 April 2026 lalu bahwa ada ketidakpuasaan anggota dalam laporan Pengurus Kopbun yang lama. Kemudian soal SHU yang dianggap tidak ada transparan.

“Kepada polisi kita menyampaikan kondisi RAT 7 April lallu. Salah satunya, adanya protes dan adu argumentasi antara anggota dan pengurus,” ujarnya.

Baca Juga :  Mari Bersama Menjaga Kamtibmas dan Sukseskan Pilkada Aman Damai

“Kita juga berharap ini adanya transparan agar kasus ini ada titik terangnya untuk sebuah kebenaran,” tutupnya.

Kemudian, ditambahkan Samsul Bahri ( Panitia RAT) ia pun menyampaikan secara gamblang kepada kepolisian, bahwa adanya interpensi dari terlapor seperti pembentukan struktural organisasi juga termasuk pegawas yang sejatinya ditunjuk langsung oleh anggota.

Samsul juga menyebut kepala desa yang diduga telah melindungi kejahatan tersebut.

Kejanggalan lainnya juga disampaikan Robiansyah (notulen RAT) kepada polisi dia menyampaikan adanya  RAT terkesan dipaksakan, karena banyak anggota koperasi saat itu tidak menerima undangan.

Tidak itu saja, secara kuota forum juga tidak memenuhi 50+1 dan banyak hal lainnya yang dinilai janggal dan dipaksakan.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka
Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel
Kecelakaan Maut di Tambak Babi Kabupaten Banjar, Grader Diduga Hantam Tiga Warga hingga Tewas
Pria asal Sigi Meregang Nyawa di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari
Ancam Sebar Video Vulgar, Pemuda di Banjarmasin Dibekuk Unit Tipidter Polresta Banjarmasin
Manipulasi 190 Rekening Kredit, Tiga Mantan Pegawai BRI Kuin Alalak Terancam 4,5 Tahun Penjara
Mobil dan Dua Motor Terbakar di Jembatan Alalak saat Dinihari, Polisi Bantah Sopir Mabuk
Dugaan Pemalakan Sopir Truk di SPBU Viral, Gerak Cepat Macan Kalsel Tuai Pujian
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:32 WITA

Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:05 WITA

Kecelakaan Maut di Tambak Babi Kabupaten Banjar, Grader Diduga Hantam Tiga Warga hingga Tewas

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:59 WITA

Pria asal Sigi Meregang Nyawa di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari

Berita Terbaru

Screenshot

Peristiwa & Hukum

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights