Rp200 Triliun Dana BI Dorong Saham Bank Meroket

Rp200 Triliun Dana BI Dorong Saham Bank Meroket

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 23:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Tangkapan Layar Youtube)

Mentri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Tangkapan Layar Youtube)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan gairah positif setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan rencana penyaluran dana segar sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan. Kebijakan tersebut memicu euforia di lantai bursa, khususnya pada saham-saham bank besar yang langsung bergerak naik.

Sejumlah emiten perbankan, termasuk BNI, BRI, Mandiri, dan BCA, mencatat lonjakan signifikan sejak pembukaan perdagangan. Pergerakan tajam ini bahkan membentuk gap up yang memperkuat optimisme investor.

Tidak hanya saham perbankan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terdorong mendekati level 7.800. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi dan dukungan pemerintah dalam menjaga likuiditas.

Komitmen Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk memperkuat disiplin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) turut menambah keyakinan investor. Langkah koordinatif antara pemerintah dan otoritas moneter dipandang sebagai sinyal kuat bahwa stabilitas fiskal dan moneter tetap menjadi prioritas.

Menurut sejumlah analis pasar modal, kucuran dana Rp200 triliun dari cadangan kas BI dapat meningkatkan likuiditas perbankan dan memperlancar penyaluran kredit. Efek berantai dari kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.

Meskipun demikian, para pelaku pasar diminta tetap berhati-hati. Tekanan eksternal seperti pergerakan suku bunga global dan fluktuasi nilai tukar rupiah masih berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga :  Jelang Haul Guru Zuhdi ke-5, Polda Kalsel Terjunkan Ratusan Personel

Bagi investor jangka pendek, momentum kenaikan saham perbankan dapat menjadi peluang transaksi. Namun, bagi investor jangka panjang, stabilitas kebijakan moneter dan fiskal akan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah investasi.

Dengan kondisi tersebut, banyak pihak menilai bahwa pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase optimisme yang kuat. Pertanyaan besarnya, apakah tren positif ini mampu berlanjut hingga menembus level psikologis IHSG 8.000?

Sumber Detik

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar
Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan
Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WITA

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan

Senin, 25 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:48 WITA

Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:35 WITA

BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:36 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights