Sekilas Mengenal Koran Legendaris Pos Kota yang Hingga Kini Masih Bertahan

Sekilas Mengenal Koran Legendaris Pos Kota yang Hingga Kini Masih Bertahan

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 16:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang pembaca Pos Kota (Foto Istimewa)

Salah seorang pembaca Pos Kota (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Salah satu media legendaris di Jakarta adalah Pos Kota, yang hingga hari ini masih terbit sejak tahun 1970.

Dilansir Aktual News, Pos Kota merupakan salah satu koran harian populer yang pernah meramaikan dunia pers Indonesia bersama koran-koran lain seperti Berita Yudha, Harian Terbit, Kompas, Suara Pembaruan, dan Sinar Pagi.

Sebagian masih terbit hingga kini seperti Kompas, sementara sebagian lain telah berhenti karena perubahan zaman di era digital.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Pos Kota mampu beradaptasi, bahkan beralih ke media daring pada tahun 2009 dengan domain poskotanews.com, kemudian berubah menjadi poskota.co.id bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-51.

Baca Juga :  Mengenal Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo Ayah dari Prabowo Subianto

Koran ini didirikan oleh (alm.) Harmoko, mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, yang juga dikenal sebagai wartawan sekaligus penulis rubrik legendaris “Kopi Pagi.”

Melalui rubrik itu, Harmoko menyapa pembaca dengan gaya santai, ringan, namun penuh makna dan refleksi kehidupan sehari-hari.

Bagi pembaca setia, halaman Lembargar atau lembaran bergambar berisi hiburan kartun rakyat seperti Doyok, Ucha, dan Ali Oncom menjadi ciri khas tersendiri.

Begitu pula rubrik satir “Nah Ini Dia”, yang kerap menyorot kehidupan rakyat kecil dengan gaya nyeleneh tapi menggelitik.

“Saya sudah baca Pos Kota sejak masih jualan di terminal tahun 80-an. Berita dan kartunnya bikin hari saya selalu semangat,” ujar Supri, pembaca setia asal Ciputat, sambil tersenyum mengenang.

Baca Juga :  Mengenal Andi Ramang, Legenda Sepakbola Indonesia yang Ditakuti Dunia hingga Diakui FIFA

Hanya saja, sayang rubrik khas “Kopi Pagi” yang biasa ditulis almarhum Harmoko kini sudah tak ada lagi.

Padahal, bagi sebagian pembaca lama, tulisan itu menjadi pengantar pagi yang menenangkan di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

Dari sekian banyak surat kabar, Pos Kota tetap menjadi bacaan rakyat yang menyegarkan, terutama di warung kopi atau sudut-sudut kota Jakarta yang kini bersiap melepas statusnya sebagai ibu kota.

Penulis/Editor: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arsip Aktuil: Emilia Contessa Pernah Terseret Sengketa Hak Cipta Lagu “Kehancuran”
Ketika Resimen Pelopor Menyerang Markas RPKAD di Cijantung
Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:38 WITA

Arsip Aktuil: Emilia Contessa Pernah Terseret Sengketa Hak Cipta Lagu “Kehancuran”

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:02 WITA

Ketika Resimen Pelopor Menyerang Markas RPKAD di Cijantung

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights