BOMINDONESIA.COM, KUTAI KARTANEGARA – Kasus penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia memicu kemarahan warga di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Ratusan warga mendatangi sejumlah rumah yang disebut sebagai kediaman terduga pelaku pada Sabtu (8/8/2026).
Karena para terduga pelaku telah meninggalkan rumah, massa yang tersulut emosi kemudian melakukan perusakan hingga membakar salah satu rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi tersebut diawali ketika massa mendatangi rumah salah seorang terduga pelaku di Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang. Rumah dalam kondisi kosong dan tertutup rapat.
Warga kemudian berusaha masuk dengan cara menjebol bagian rumah hingga menyebabkan sejumlah kerusakan. Massa yang datang dalam jumlah besar bahkan terlihat membawa berbagai jenis senjata tajam.
Tidak menemukan orang yang dicari, massa kemudian bergerak menuju rumah terduga pelaku lainnya di Desa Billa Talang, Kecamatan Tabang.
Di lokasi kedua, warga kembali mengepung rumah yang juga diketahui telah ditinggalkan penghuninya. Massa kemudian merangsek masuk dan melakukan perusakan.
Situasi semakin memanas setelah warga tidak menemukan keberadaan terduga pelaku.
Massa kemudian menyulut api hingga rumah tersebut terbakar. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian bangunan beserta isinya.
Upaya petugas kepolisian untuk mengendalikan situasi disebut sempat mengalami kendala karena jumlah massa jauh lebih banyak dibandingkan personel yang berada di lokasi.
Melihat situasi tersebut, tokoh adat setempat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik lebih luas.
Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur Viktor Yuan meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh adat, ikut menjaga keamanan dan kondusivitas di Kecamatan Tabang.
Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga tali persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berkembang.
“Harapan kami, ini diproses secara hukum sesuai dengan hukum pidana yang berlaku,” ujar Viktor.
Viktor meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus penganiayaan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Ia juga berharap kepolisian segera menemukan dan menangkap para terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum.
Sementara itu, situasi di Kecamatan Tabang dilaporkan telah kembali kondusif.
Aktivitas masyarakat berangsur normal dan warga diimbau tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk mengusut kasus penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut.
Berbagai Sumber
* Editor : Mercurius










