Api Perang di Teluk Persia dan Ancaman Eskalasi Global

Api Perang di Teluk Persia dan Ancaman Eskalasi Global

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 02:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM–Perang yang kini berkecamuk antara Iran dan Israel bukan sekadar insiden regional lagi — eskalasi terbaru pada Sabtu (28/2/2026) menandai babak baru konflik yang bisa berdampak luas hingga tatanan geopolitik dunia.

Iran mulai melancarkan serangan balasan terhadap sasaran Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Teluk Persia.

Beberapa titik yang disebut terdampak berada di Bahrain, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah tersebut seiring jatuhnya rudal-rudal Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah balasan ini menandai eskalasi cepat sejak perang terbuka pecah.

Negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS mengecam keras serangan yang mereka nilai melanggar kedaulatan dan hukum internasional.

Arab Saudi, misalnya, menyatakan solidaritas regional sekaligus menegaskan komitmen menjaga stabilitas kawasan.

Kawasan Teluk Persia bukan sekadar titik konflik militer, tetapi juga jantung distribusi energi dunia.

Baca Juga :  Pelangi di Mata SBY: Seni, Teladan, dan Pensiun yang Tetap Berwarna

Jika eskalasi terus meningkat, ancaman terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur minyak menjadi sangat nyata.
Kenaikan harga minyak dunia hampir tak terhindarkan.
Setiap gangguan di kawasan ini secara historis langsung memicu lonjakan harga energi global, yang kemudian berdampak pada inflasi, biaya logistik, dan tekanan ekonomi di berbagai negara.

Di atas semua itu, yang paling mengkhawatirkan adalah potensi keterlibatan kekuatan besar.
Rusia dan China selama ini memiliki hubungan strategis dengan Iran, baik dalam kerja sama energi maupun pertahanan.

Sementara Korea Utara juga kerap disebut berada dalam poros politik yang berseberangan dengan blok Barat.

Jika konflik berkembang dan menyentuh kepentingan strategis mereka, tekanan politik maupun dukungan tidak langsung bisa meningkat.

Perang yang dimulai hari ini bukan hanya tentang Iran dan Israel.
Ini tentang keseimbangan baru di Timur Tengah, stabilitas energi dunia, dan risiko terbentuknya blok-blok kekuatan yang saling berhadapan.

Baca Juga :  Ada ada Saja ! Gara gara Salam Lestari, Edukasi Pelestarian Lingkungan di SMAN 5 Banjarmasin Dihentikan Kepsek

Dunia kini berada dalam fase siaga, menunggu apakah eskalasi akan dibendung atau justru meluas menjadi krisis global yang lebih dalam.

Menurut laporan lembaga riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), konflik seperti di Ukraina sebelumnya mendorong kenaikan pendapatan perusahaan senjata global, karena permintaan alat perang meningkat dari negara-negara yang terlibat atau mempersiapkan pertahanan diri.

Pendapatan ratusan perusahaan senjata bahkan tercatat naik dalam beberapa tahun terakhir lantaran kebutuhan alat militer yang melonjak akibat ketegangan geopolitik seperti perang di Ukraina dan wilayah lainnya.

Namun di tengah dinamika ini, semua pihak diharapkan menahan diri, mengutamakan jalur diplomasi, dan mencegah konflik berkembang lebih jauh.

Perang membawa banyak sekali dampak kemanusiaan dan ekonomi yang berat, serta memperburuk ketidakstabilan global, sehingga resolusi damai tetap menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat dunia.

Mercurius
(Penulis wartawan/editor bomindonesia.com)

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi
Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti
Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat
Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman
Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A
Fraksi PKB DPRD Murung Raya Dorong Raperda Penataan Perangkat Daerah Berjalan Efektif dan Efesien
Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
Welcome, Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31 WITA

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:55 WITA

Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:05 WITA

Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:08 WITA

Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:47 WITA

Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:55 WITA

Verified by MonsterInsights