Bank Indonesia Luncurkan

Bank Indonesia Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 10:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Fadjar Majard

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Fadjar Majard

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. LPI 2025 mengangkat tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Laporan ini mengulas evaluasi dan prospek ekonomi global dan domestik, serta pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia pada 2025 dan arah bauran kebijakan pada 2026.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan 3 hal penting, yaitu Optimisme, Komitmen, dan Sinergi. Optimisme perlu terus dibangun dan diperkuat sehingga dapat memperkuat prospek perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5%, dan akan meningkat menjadi 4,9-5,7% pada 2026 dan terus naik menjadi 5,1-5,9% pada 2027. Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027. Komitmen perlu diperkuat untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi nasional. Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas. Sementara itu, sinergi juga perlu terus diperkuat untuk 5 area penting; i) memperkuat stabilitas perekonomian, ii) mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan industrialisasi; iii) memperkuat ekonomi kerakyatan; iv) meningkatkan pembiayaan perekonomian; dan v) mengakselerasi digitalisasi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap waspada terhadap berbagai gejolak dan ketidakpastian serta dampak rambatannya ke perekonomian domestik.

Sejalan dengan pesan utama LPI 2025, penguatan transformasi ekonomi daerah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan nasional yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan Kalimantan Selatan memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi struktural yang berbasis produktivitas dan peningkatan nilai tambah.

Menurut Fadjar, perekonomian Kalimantan Selatan memiliki keunggulan komparatif pada sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan (29,47%) dan pertanian (11,55%). Keunggulan tersebut perlu ditransformasikan menjadi keunggulan kompetitif melalui penguatan hilirisasi. Di sisi lain, kontribusi industri pengolahan yang sebesar 10,9% mencerminkan masih terbukanya ruang penguatan struktur ekonomi daerah guna mendorong pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar ketiga dunia pada 2023, dengan Kalimantan sebagai wilayah dengan cadangan dan sumber daya terbesar yang mencapai 62,73% dari total nasional, termasuk Kalimantan Selatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa umur cadangan batu bara di Kalimantan mencapai sekitar 90 tahun, sehingga berpotensi menopang pengembangan hilirisasi dalam jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, hilirisasi batubara menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah perekonomian daerah. Melalui hilirisasi, batubara tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas primer, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi yang mampu memperkuat struktur industri dan meningkatkan kontribusi sektor pengolahan. Dalam konteks ini, Pemerintah pada awal tahun 2026 berencana melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) di tiga lokasi di Kalimantan, termasuk di Kalimantan Selatan. Rencana ini menjadi momentum penting yang implementasinya memerlukan dukungan aktif Pemerintah Daerah, khususnya dalam mengoptimalkan dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebesar 8,1%, diperlukan strategi baru agar investasi tumbuh lebih efisien dan produktif, melampaui tren jangka panjang. Saat ini, struktur investasi Kalimantan Selatan masih didominasi oleh sektor-sektor dengan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang relatif tinggi, yaitu rasio yang menggambarkan besarnya tambahan modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan tambahan output ekonomi, dengan nilai tambah yang masih terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pergeseran orientasi investasi menuju peningkatan kualitas dan nilai tambah, yang salah satunya ditempuh melalui penguatan hilirisasi industri. Hilirisasi mendorong pengolahan lanjutan sumber daya alam, memperpanjang rantai nilai di dalam daerah, serta meningkatkan keterkaitan antarsektor, sehingga mampu menurunkan ICOR, meningkatkan efisiensi dan produktivitas investasi, serta memperkuat basis industri pengolahan. Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas investasi dan penguatan Total Factor Productivity (TFP) menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Baca Juga :  Setelah 10 Tahun, Pasar Wadai Kolaborasi Pemprov Kalsel – Pemkot Banjarmasin Kembali Hadir di Titik 0 Kilometer

Fadjar juga menekankan pentingnya reformasi struktural melalui penguatan tata kelola, kelembagaan, dan kebijakan sebagai prasyarat peningkatan produktivitas per kapita dan efektivitas investasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci transformasi ekonomi Kalimantan Selatan. Selain itu, penguatan aglomerasi ekonomi melalui pengembangan Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti KEK Setangga dan KI SIIP, serta pengembangan infrastruktur pertanian melalui program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan Pertanian (OPLA), diarahkan untuk memperkuat produktivitas sektoral.

LPI 2025 merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Laporan ini diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel dan berkualitas mengenai perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia, sinergi bauran kebijakan nasional, serta arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.

Selengkapnya LPI 2025 dapat diunduh dalam format digital melalui https://www.bi.go.id/id/LPI/default.aspx

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan
Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?
Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:32 WITA

Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:02 WITA

BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:30 WITA

Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2

Berita Terbaru

Sekda Salurkan Santunan Kematian Untuk Ahli Waris Terdampak Kebakaran

Banjarmasin Bungas

Sekda Salurkan Santunan Kematian Untuk Ahli Waris Terdampak Kebakaran

Selasa, 30 Jun 2026 - 20:04 WITA

Verified by MonsterInsights