Bank Indonesia: ULN Indonesia Tumbuh Melambat

Bank Indonesia: ULN Indonesia Tumbuh Melambat

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025 - 12:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menghitung Uang Dollar dan Rupiah (foto:istimewa/bomindonesia)

Menghitung Uang Dollar dan Rupiah (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2024 tumbuh melambat. Hal itu dilaporkan Bank Indonesia. Bahkan posisi utang luar negeri Indonesia pada November 2024 tercatat sebesar US$ 424,1 miliar, atau secara tahunan tumbuh 5,4% year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Oktober 2024 sebesar 7,7% yoy.

Menurut Ramdan Denny Prakoso Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, melambatnya pertumbuhan ULN dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan penurunan ULN swasta.

Baca Juga :  Anang Bidik Tegaskan Dukungan untuk L1WAR: Pasangan Berpengalaman dan Siap Pimpin Banjarbaru

Adapun ULN pemerintah juga tumbuh lebih rendah. Posisi ULN pemerintah pada November 2024 tercatat sebesar US$ 203,0 miliar, atau tumbuh sebesar 5,4% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2024 sebesar 8,6% yoy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan penarikan pinjaman luar negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek pemerintah,” tutur Denny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2025).

Baca Juga :  Warga Tanjung Berkat Banjarmasin Buang Sabu ke Kolong Rumah saat Digerebek

Ia mencatat pertumbuhan ULN swasta juga menurun. Pada November 2024, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 194,6 miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,6% yoy, lebih dalam dari kontraksi 1,4% yoy pada Oktober 2024.

“Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang mencatat kontraksi 1,7% (yoy),” imbuhnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan
Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?
Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:32 WITA

Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:02 WITA

BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:30 WITA

Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights