Bekantan Ngamuk di Ponpes, Santriwati Histeris

Bekantan Ngamuk di Ponpes, Santriwati Histeris

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar rekaman video seekor bekantan mengamuk di kantor Ponpes Darul Amin Sampit, Selasa (20/8/2024). (Foto: Antara)

Tangkapan layar rekaman video seekor bekantan mengamuk di kantor Ponpes Darul Amin Sampit, Selasa (20/8/2024). (Foto: Antara)

BOMINDONESIA.COM, SAMPIT –  Seekor bekantan mengamuk di Pondok Pesantren (ponpes)Darul Amin Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah hingga membuat santriwati dan ustadzah yang ada di lokasi histeris ketakutan.

Kejadian tersebut sempat direkam oleh warga ponpes sebelum akhirnya satwa tersebut berhasil diamankan dengan bantuan satpam setempat.

“Iya benar, awalnya kami menerima kabar ada bekantan masuk ke ponpes kami, tepatnya di kantor putri, tapi setelah kami tiba bekantannya sudah diikat dan dimasukkan ke dalam karung,” kata Ustad Ponpes Darul Amin Muhammad Rezky Fauzi di Sampit, Selasa. Seperti dikutip dari Antaranews Kalteng.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan kejadian tersebut sekitar pukul 9:30 WIB. Tidak diketahui pasti dari mana asal primata tersebut hingga tersesat ke lingkungan ponpes.

Dari rekaman video, terlihat bekantan tersebut mengamuk di dalam kantor Ponpes Darul Amin dan menghamburkan sejumlah barang di ruangan itu. Beruntung satwa itu dapat segera diamankan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Setelah diamankan pihak Ponpes Darul Amin menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim untuk menyerahkan satwa tersebut.

Baca Juga :  Selebgram Palembang Alnaura Buronan Interpol Ditangkap di Jepang

Plt Kepala Disdamkarmat Kotim Wim RK Benung menyampaikan setelah menerima laporan dari warga yang berhasil mengamankan seekor bekantan pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi.

Saat pihaknya tiba di tujuan, bekantan tersebut dalam posisi terikat dengan kepala keluar dari dalam karung. Hal ini untuk menghindari satwa itu kembali mengamuk dan menyerang manusia. Bekantan tersebut lalu dibawa ke markas komando (mako) sembari pihaknya menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit.

“Bekantan ini termasuk satwa langka yang dilindungi undang-undang maka untuk penanganan selanjutnya kami serahkan ke BKSDA. Kami berterima kasih kepada warga yang segera melapor ke kami,” ujarnya.

Menurut Wim, penyebab satwa itu nekat masuk ke pemukiman warga lantaran habitat aslinya telah rusak dan sumber makanannya menipis.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak langsung terhadap satwa yang ada di dalamnya.

Sekitar pukul 11:00 WIB, Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah bersama anggotanya tiba di mako Disdamkarmat dan langsung dilakukan serah terima satwa.

Baca Juga :  Forum Pemred SMSI Gelar Diskusi Perdana, Membedah Solusi Kemacetan yang Merugikan Masyarakat

Setelah memeriksa kondisi fisik satwa tersebut pihak BKSDA memutuskan untuk langsung melakukan pelepasliaran.

“Hasil pengamatan kami di tubuh bekantan tidak ditemukan luka, jadi kami putuskan hari ini langsung dilepasliarkan. Sebab, bekantan termasuk satwa yang mudah stres, sehingga kalau terlalu lama di kandang dikhawatirkan bekantannya semakin stres,” jelas Muriansyah.

Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan bekantan tersebut berjenis kelamin betina dan sudah termasuk bekantan dewasa. Diduga primata berhidung besar ini masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Pelepasliaran dilakukan di hutan pinggir Sungai Mentaya, wilayah Kecamatan Seranau. Lokasi ini dipilih karena diketahui merupakan  habitat satwa tersebut.

Bekantan merupakan hewan endemik Pulau Kalimantan, sehingga tidak terlalu sulit untuk mencari habitat yang sesuai untuk satwa tersebut. Khususnya di Kotim ada beberapa kecamatan yang masih sering ditemukan satwa itu, yakni Seranau, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Teluk Sampit.

bomindonesia

Penulis : Antara

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Antaranews Kalsel

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi
Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti
Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat
Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman
Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A
Fraksi PKB DPRD Murung Raya Dorong Raperda Penataan Perangkat Daerah Berjalan Efektif dan Efesien
Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
Welcome, Piala Dunia 2026
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31 WITA

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:55 WITA

Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:05 WITA

Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:08 WITA

Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:47 WITA

Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:55 WITA

Verified by MonsterInsights