BOMINDONESIA.COM, KAPUAS–Bentrok antara aparat dan kelompok masyarakat adat di area jalan hauling PT Asmin Bara Bronang, Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Selasa (3/3/2026) sore.
Dilansir kaltengdaily.com dilaporkan, tiga anggota polisi luka-luka, sementara sejumlah anggota kelompok masyarakat terpaksa dilumpuhkan petugas dengan tembakan, serta sejumlah diamankan.
Peristiwa terjadi ketika jajaran Polres Kapuas mendatangi lokasi untuk merespons laporan terkait penghalangan aktivitas perusahaan di ruas Jalan Houling Sekmen 3, kawasan tambang PT ABB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 60 anggota kepolisian diterjunkan dalam operasi itu di bawah komando Kasatreskrim AKP Riski Atmaka Rahadi.
Di lokasi, petugas menemukan kurang lebih 40 orang yang mengatasnamakan aliansi masyarakat adat berada di jalur operasional perusahaan.
Kelompok tersebut disebut dipimpin oleh S.I yang dikenal dengan sapaan Raja Gunung serta S.N alias Dayak Belinga alias Ipang.
Kapolsek Kapuas Tengah AKP Muhammad Saladin sempat menyampaikan imbauan agar massa membubarkan diri dan tidak menghambat kegiatan perusahaan.
Namun, seruan tersebut tidak direspons. Ketegangan meningkat setelah sejumlah orang diduga menghunus senjata tajam jenis mandau dan parang.
Aparat sempat melepaskan tembakan peringatan untuk meredakan situasi, tetapi bentrokan tetap terjadi.
Akibatnya, tiga anggota kepolisian mengalami luka bacok di bagian tubuh berbeda. Korban luka masing-masing Aiptu E.W. yang mengalami cedera di bagian kepala, Bripda P.A. dengan luka di punggung kiri, serta Bripda A.T. yang juga mengalami luka di kepala.
Petugas mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Hingga kini, kepolisian masih mendalami peran masing-masing pihak serta melakukan proses penyelidikan lanjutan atas peristiwa itu.
Terpisah, Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P., menyampaikan keprihatinannya atas insiden bentrok yang terjadi saat penanganan aksi penutupan jalan hauling milik PT Asmin Bara Bronang (ABB) di Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Selasa (3/3/2026) sore.
Polres Kapuas tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam setiap penanganan situasi di lapangan.
Menurutnya, tindakan kepolisian dilakukan setelah sebelumnya aparat bersama unsur pemerintah dan tokoh adat setempat berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat (AMAD) yang melakukan pemortalan jalan.
Kapolsek Kapuas Tengah bersama Damang dan Mantir Adat setempat, telah lebih dulu memberikan imbauan agar massa membubarkan diri secara tertib demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga situasi berkembang menjadi aksi saling dorong dan perlawanan terhadap petugas.
Polres Kapuas berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan bersama-sama menjaga stabilitas keamanan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Kapuas secara luas
*/ Editor Mercurius












