Gunung Semeru

Gunung Semeru Erupsi, Muntahkan Material hingga 2.000 Meter

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 20:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Semeru Erupsi, Muntahkan Material hingga 2.000 Meter dari Puncaknya

Gunung Semeru Erupsi, Muntahkan Material hingga 2.000 Meter dari Puncaknya

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Gunung Semeru erupsi di Jawa Timur dan bergejolak hebat, Rabu (19/11/2025). Aktivitas vulkaniknya meningkat dari Siaga (level III) menjadi Awas (level IV) hanya dalam beberapa jam—tingkat tertinggi dalam status gunungapi di Indonesia. Erupsi besar sedang terjadi.

Rabu (19/11/2025), gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan material hingga 2.000 meter dari puncaknya. Kemudian menyusul awan panas guguran meluncur 13 kilometer ke arah tenggara dan selatan. Sejauh ini, ratusan warga mengungsi menghindari Semeru yang sedang batuk.

BNPB melaporkan pada Rabu malam, terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak. Wilayah ini berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Desa tersebut yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, memastikan 187 pendaki yang berada di Ranu Kombolo tidak terjebak akibat erupsi letusan Gunung Semeru.

Ia menerangkan, ketika aktivitas Semeru meningkat secara cepat pada Rabu (19/11) siang, para pendaki sudah dalam perjalanan menuju Ranu Kombolo dan tiba pada pukul 17.00 WIB, bersamaan dengan berubahnya status Semeru menjadi level IV atau awas.

Baca Juga :  Membanggakan, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2024, ULM Boyong Tiga Medali Sekaligus

Merujuk pada catatan letusan-letusan sebelumnya, sambung Rudijanta, material erupsi Semeru tidak pernah mencapai area Ranu Kumbolo.

“Tapi arah erupsi ke arah selatan dan tenggara. Sementara Ranu Kombolo berada di utara. Jadi kami pastikan lokasi itu cukup aman, sehingga kami meminta pendaki tetap bermalam di Ranu Kumbolo karena sudah sore, jelang gelap,” jelasnya dalam konferensi pers daring.

“Dan cuaca juga hujan, kurang kondusif kalau dilanjutkan ke Ranu Pane.”

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel
Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar
Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan
Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Video Perwira Polisi Viral Merokok Sambil Mengemudi, Polda Kalsel Sampaikan Permintaan Maaf
Arya Setiawan Mulai Dampingi Perkara di Mabes Polri, Ikuti Jejak Fauzan Ramon

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:22 WITA

Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:48 WITA

Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:36 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:47 WITA

Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan

Berita Terbaru

Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2026

Serambi

Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Mulai Hari Ini

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:59 WITA

Verified by MonsterInsights