Ironi Banjir Sumatra: Ketika Kita “Menyalahkan” Langit

Ironi Banjir Sumatra: Ketika Kita “Menyalahkan” Langit

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, “Mungkin Tuhan mulai bosan… melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa …”

Lirik karya Ebiet G. Ade itu kembali berseliweran di media sosial setiap kali bencana datang.

Dan benar saja, banjir besar yang melanda berbagai wilayah di Sumatra pekan ini—dari Langkat hingga Tapanuli—langsung membuat warganet mengutip bait itu sebagai bentuk keluh kesah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seolah-olah, semua ini hanya takdir yang jatuh dari langit.

Padahal, bencana itu tidak pernah datang sendirian.

Ada sejarah panjang di belakangnya. Ada tangan-tangan manusia yang lebih dulu bekerja dibanding hujan.

Di Tapanuli Tengah, seorang bupati bahkan secara terbuka mengakui bahwa banyak kayu ilegal terbawa arus banjir.

Ia menyebut apa adanya, tanpa tedeng aling-aling.

Sebuah kejujuran yang jarang muncul di tengah situasi genting.

Ironisnya, pernyataan itu sempat berbeda dari penjelasan awal Kementerian Kehutanan yang menyebut tidak ada indikasi pembalakan liar.

Baca Juga :  Dari Don Corleone ke DPRD Kalsel

Namun belakangan diklarifikasi, dan publik kembali bertanya:
Kalau tidak ada kayu ilegal, lalu kayu-kayu gelondongan yang berserakan itu datang dari mana?

Fakta di lapangan berbicara lebih terang daripada konferensi pers.

Banjir memang dipicu oleh hujan ekstrem, tetapi kerusakan lingkunganlah yang mengubah hujan menjadi bencana.

Daerah tangkapan air gundul, hutan dicincang rakus, tebing-tebing dibuka tanpa perhitungan, sungai dangkal oleh sedimentasi.

Lalu, ketika air meluap, kita kembali menengadah, mengeluh pada langit, menyalahkan takdir.

Seolah-olah Tuhan yang tidak adil.
Seolah-olah alam yang tidak bersahabat.

Padahal yang tidak bersahabat adalah kita.
Kita yang membiarkan pembalakan liar berjalan bertahun-tahun.

Kita yang menutup mata terhadap izin-izin tambang yang memakan hutan.

Kita yang menengok ke arah lain saat sungai disempitkan demi parkiran atau
ruko.

Baca Juga :  Chery Perluas Jaringan di Kalsel dan Resmikan Diler Chery AEM Banjarmasin

Kita yang menganggap alam adalah stok bahan baku, bukan ruang hidup.
Dan ketika bencana datang, tangis pun menggema.

Kritik dilayangkan ke pemerintah.
Doa dilangitkan. Tapi akar persoalan tetap sama: kerusakan itu buah dari keserakahan yang tidak pernah dihentikan.

Sumatra bukan sekadar basah oleh hujan—tetapi oleh kelalaian manusia yang enggan belajar dari masa lalu.

Akhirnya, kita pun kembali pada lirik lain yang sama pedihnya“Lestarikan alam hanya celoteh belaka, lestarikan alam mengapa tidak dari dulu oh mengapa….?

Sebuah sindiran yang abadi dari sepenggal lirik tembang Iwan Fals:Isi Rimba tak Tempat Berpijak Lagi

Pada akhirnya, banjir adalah pengingat. Bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan untuk menagih tanggung jawab. Karena sebelum menyalahkan langit, ada baiknya kita bertanya ke bumi—dan pada diri sendiri—apa yang sebenarnya telah kita lakukan.

Penulis Mercurius

(wartawan bomindonesia.com)

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi
Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti
Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat
Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman
Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A
Fraksi PKB DPRD Murung Raya Dorong Raperda Penataan Perangkat Daerah Berjalan Efektif dan Efesien
Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
Welcome, Piala Dunia 2026
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31 WITA

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:55 WITA

Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:05 WITA

Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:08 WITA

Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:47 WITA

Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:55 WITA

Verified by MonsterInsights