BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin rawan kebakaran. Sepanjang tahun 2025 sedikitnya ada 126 kasus kebakaran baik yang kecil maupun skala besar.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Hendro menyampaikan, meski kasus kebakaran masih banyak terjadi, namun tiga tahun belakangan ini kasusnya terus berkurang.
“Tahun 2025 ada 126 kejadian kebakaran, tapi kasus ini mengalami penurunan bila di banding tahun sebelumnya 2024 yakni ada 135 kasus,” ujarnya.
Hendro pun menyampaikan dari 5 kecamatan bahwa wilayah Banjarmasin Barat dan Selatan yang paling banyak kasus terjadi.
Namun dalam kasus kebakaran ini, datanya masih bercampur dengan kebakaran yang skala kecil dan besar.
Tahun 2026, Hendro mengaku akan memperbaiki kelasifikasi kebakaran. Sehingga data kebakaran tertata dengan baik dan lebih mudah menentukan kebijakan.
“Tahun ini akan kita tata klasifikasi kasus kebakaran, misalnya kebakaran terkena dapurnya saja itu klasifikasi kebakaran ringan. Kalau sampai dua rumah lebih itu klasifikasi yang besar,” katanya.
Tahun 2025 Hendro juga mencatat dinasnya telah menangani tindakan penyelamatan sebanyak 1.305 yang diantaranya membantu mobil terperosok, melepas cincin, hewan buas (ular, biawak dan monyet).
Ada juga membantu warga diluar tugas fungsi, seperti memasangkan lampu dan menyelamatkan hewan, menebang pohon.
“Rescue ada 1.305. Ini memang primadona yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.












