BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Kasus penganiayaan siswa di SDIT Ukhuwah Banjarmasin akhirnya menemukan ujung. Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin pun memutuskan bahwa seorang siswa terbukti bersalah atas perbuatannya tersebut.
Putusan PN juga sekaligus mematahkan pihak SDIT Ukhuwah dimana sebelumnya pihak sekolah membantah adanya kekerasan yang dilakukan siswanya terhadap temannya itu.
Seperti yang disampaikan orang tua korban, Reza, bahwa salinan Putusan PN Banjarmasin itu tertuang dalam Nomor 9/Pen.Div/2025/PN Bjm, pada 18 Juli 2025 lalu. Dalam penetapan tersebut dikatakan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan di sekolah tersebut, dan seorang siswa yang melakukan penganiayaan dinyatakan bersalah.
Lebih menguatkan, anak pelaku penganiayaan telah mengakui dan terbukti bersalah dengan sengaja melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak atau siswa lainnya.
Sehingga pengadilan memutuskan dan menghukum anak tersebut untuk meminta maaf kepada korban dan keluarga anak korban.
Selain itu, berdasarkan rekomendasi dan hasil laporan penelitian kemasyarakatan dari Bapas, anak dikembalikan kepada orang tua untuk dididik, dirawat, dibina, dan dibimbing yang dibuktikan dengan adanya surat pernyataan dari orang tua/wali.
Ayah Korban, Reza Febriadi mengapresiasi hasil penetapan yang dikeluarkan oleh PN Banjarmasin. Ia bersyukur bahwa kasus yang menimpa anaknya itu sudah terbukti, meski berjalan alot.
“Alhamdulillah, akhirnya ada juga hasil yang memuaskan dari perkara ini, dan dapat membuktikan kalau anak saya memang benar dianiaya di sekolah tersebut,” ucap Reza, Rabu (17/9) sore.
Lebih lanjut, jelas Reza, hal ini baru bisa dapat kita sampaikan ke publik, karena menunggu pelaksanaan hasil penetapan pengadilan, yang baru bisa dilaksanan pada Rabu (17/9).
“Untuk permasalahan dengan anak yang menjadi pelaku dan keluarganya sekarang sudah selesai, dan kita sudah tidak ada masalah lagi dengan mereka,” jelas Reza.
Ia berharap, dengan adanya penetapan dari pengadilan ini bisa menjadi pelajaran baik bagi seluruh siswa dan juga pihak sekolah, agar tidak ada lagi penganiayaan yang terjadi dilingkup sekolah, khususnya SDIT Ukhuwah Banjarmasin.
“Saya juga tidak ingin hal serupa terjadi lagi kedepannya, baik itu kepada anak saya, ataupun anak-anak yang lainnya. Semoga kejadian ini jadi yang terakhirlah, karena sayang jugakan anak-anak yang tugasnya bermain dan belajar malah menjadi korban penganiayaan,” pungkasnya.
Editor: Hamdani














