Kurang Bahan Baku, 2.500 Karyawan Sritex Diliburkan

Kurang Bahan Baku, 2.500 Karyawan Sritex Diliburkan

- Redaksi

Rabu, 13 November 2024 - 19:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterbatasan Bahan Baku Berdampak Terhadap Tingkat Produksi (foto:bomindonesia)

Keterbatasan Bahan Baku Berdampak Terhadap Tingkat Produksi (foto:bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) membantah kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang santer terdengar belakangan ini.

Komisaris Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, di tengah kendala bahan baku yang dialami Sritex, manajemen memastikan tidak ada kebijakan PHK.

“Sritex tidak melakukan PHK dalam status kepailitan ini, Tetapi Sritex telah meliburkan 2.500 karyawan akibat kekurangan bahan baku,” ujar Iwan dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (13/11/2024).

Iwan melanjutkan, jumlah karyawan yang diliburkan berpotensi bertambah jika tidak ada kepastian untuk keberlanjutan usaha.  Pihaknya pun mengharapkan agar segera ada keputusan dari hakim pengawas dan kurator untuk izin arus keluar masuk barang dari pabrik.

Baca Juga :  Hadiah Lebaran untuk Orang Tua jadi Kenangan Terakhir: Kisah Tragis Naila, Mahasiswi Tewas dalam Kecelakaan Mudik

“Kalau tidak ada going concern dari keberlangsungan itu malah jadi ancaman. Ancaman PHK ada. Jadi jangan sampai ini menjadi masalah, menambah masalah di situ,” tegas Iwan.

Iwan menjelaskan, saat ini ketersediaan bahan baku memadai untuk periode tiga minggu ke depan. Pihaknya pun tetap berupaya menjaga agar proses produksi dapat tetap berlangsung ke depannya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan
Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?
Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:32 WITA

Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:02 WITA

BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:30 WITA

Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights