BOMINDONESIA.COM,TEHERAN – Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi Pemimpin Tertinggi Iran, menyusul kabar wafatnya pemimpin tersebut dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari SINDOnews, Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei telah tewas, mengakhiri kepemimpinannya selama 37 tahun. Peristiwa ini menandai babak baru yang penuh ketidakpastian dalam dinamika politik Republik Islam Iran.
Dengan konfirmasi tersebut, perhatian kini tertuju pada Majelis Pakar Iran, lembaga ulama yang secara konstitusional memiliki kewenangan untuk menunjuk Pemimpin Tertinggi berikutnya.
Salah satu nama yang kembali mencuat adalah Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang pemimpin tersebut.
Mojtaba selama ini dikenal sebagai figur berpengaruh di balik layar dengan kedekatan kuat terhadap lembaga keamanan, termasuk Garda Revolusi Iran (IRGC).
Ia juga disebut memiliki jaringan internal yang solid di lingkaran elite kekuasaan.
Meski demikian, wacana pengangkatannya tidak lepas dari kontroversi
Sistem ulama di Iran secara historis cenderung menolak pola suksesi dinasti.
Selain itu, Mojtaba dinilai belum memiliki kredensial teologis tingkat tertinggi yang lazim menjadi syarat utama bagi seorang Pemimpin Tertinggi.
Sejumlah analis menilai, apabila Mojtaba benar-benar ditunjuk, langkah tersebut berpotensi memicu dinamika baru di internal elite politik dan keagamaan Iran, bahkan membuka kemungkinan reaksi publik.
Disebutkan juga Mojtaba pernah bertugas dalam angkatan bersenjata saat Perang
Iran-Irak dan disebut memiliki peran strategis sebagai penjaga gerbang politik ayahnya selama bertahun-tahun.
Hingga kini, Majelis Pakar Iran belum mengumumkan keputusan resmi terkait siapa yang akan menggantikan posisi tertinggi di negara tersebut. Situasi politik Iran pun masih terus berkembang di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
*/ Editor Mercurius












