BOMINDONESIA.COM – Musik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berkembang dan kian nyata membentuk wajah baru industri musik global.
Bukan hanya sebagai alat bantu produksi, musik AI kini menjelma menjadi komoditas digital yang dapat diproduksi secara lebih cepat, murah, dan masif.
Fenomena ini memunculkan peluang ekonomi baru, sekaligus memantik perdebatan soal masa depan musisi konvensional. Pengamat musik Indra Aziz menilai kehadiran musik AI bukanlah tren sesaat.
Menurutnya, teknologi ini akan terus bertahan dan berkembang seiring meningkatnya adopsi di berbagai lini industri kreatif. “Ini bukan sekadar tren. AI music is going to stay dan akan terus berkembang,” ujar Indra.
Ia mencatat, saat ini sudah muncul sejumlah kreator musik AI yang mampu mengumpulkan angka streaming tinggi di platform dan media sosial. Dengan sistem royalti berbasis jumlah stream, semakin besar trafik yang dikumpulkan, semakin besar pula potensi pendapatan.












