OTT KPK di HSU jadi Momentum Pembenahan Kejaksaan, Ketua KAKI Kalsel Soroti Kasus Lama yang Mandek

OTT KPK di HSU jadi Momentum Pembenahan Kejaksaan, Ketua KAKI Kalsel Soroti Kasus Lama yang Mandek

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 18:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM KKomite Anti Korupsi Indonesia (KAKI)  Kalimantan Selatan, H Akhmat Husaini, SH MA sebagai peninjau disela rehat Musda DPD KAI Kalsel (Foto Mercy)

Ketua LSM KKomite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selatan, H Akhmat Husaini, SH MA sebagai peninjau disela rehat Musda DPD KAI Kalsel (Foto Mercy)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, dinilai menjadi momentum penting bagi institusi kejaksaan, khususnya kejaksaan di daerah, untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Seperti diketahui, KPK menetapkan tiga jaksa Kejaksaan Negeri HSU, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan.

OTT tersebut dilakukan pada Kamis, 18 Desember 2025, dan enam orang sempat diamankan dalam operasi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua LSM KKomite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selatan, H Akhmat Husaini, SH MA, menilai peristiwa OTT ini tidak bisa dilihat sebagai kasus tunggal semata, melainkan harus menjadi cermin bagi penegakan hukum di daerah.

“OTT di HSU ini seharusnya menjadi momentum bagi kejaksaan untuk benar-benar berbenah. Jangan sampai kasus-kasus yang sudah digerebek, digledah, tapi kemudian berlarut-larut tanpa kejelasan, justru menimbulkan kecurigaan publik,” ujar Akhmat Husaini, Sabtu (20/12/2025) disela rehat Musda Konggres Advokat Indonesia (KAI) Kalsel , di Meratus Room, HBI Banjarmasin sebagai peninjau.

Baca Juga :  KPK Operasi Tangkap Tangan di Wilayah Banten

Pria yang akrab disapa H Usai ini menyinggung sejumlah perkara yang sebelumnya sempat ditangani kejaksaan di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, namun hingga kini tidak menunjukkan perkembangan signifikan meski sudah dilakukan penggeledahan.

“Di Batola misalnya, sudah hampir enam bulan dilakukan penggeledahan, tapi sampai sekarang tidak jelas sejauh mana progres penanganannya. Begitu juga di beberapa daerah lain, termasuk di Banjarmasin,” katanya.

Menurut Akhmat Husaini , penanganan perkara yang terlalu lama tanpa kejelasan status hukum justru membuka ruang dugaan praktik tidak sehat.

“Jangan sampai terulang pola seperti kasus-kasus sebelumnya, digerebek, disidik, tapi tidak pernah naik ke tahap berikutnya. Akhirnya muncul dugaan adanya dugaan “uang pengaman”, dan justru terendus KPK di kemudian hari,” tegasnya.

Baca Juga :  Jemaah Haul Guru Zuhdi Tertabrak saat Berjalan Kaki Menuju Lokasi, Alami Luka di Kepala

Ia menilai OTT KPK di HSU harus menjadi peringatan keras agar setiap perkara yang sudah masuk tahap penyidikan ditangani secara profesional, transparan, dan tuntas.

“Kalau memang mau bersih, ya bersih dari awal. Jangan setengah-setengah. Kalau ada bukti, lanjutkan. Kalau tidak cukup, sampaikan ke publik secara terbuka,” tegas H Usai

Pria yang kerab beraksi di Mabes Polri Kejagung hingga KPK Jakarta ini berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi institusi kejaksaan, khususnya di daerah, agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dapat dipulihkan.

Sementara itu, KPK menyatakan masih terus mengembangkan perkara OTT di HSU dan memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan serta mengumumkan status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.

Media ini akan terus memantau perkembangan lanjutan kasus OTT KPK di Hulu Sungai Utara.

Penulis/ Editor: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel
Kecelakaan Maut di Tambak Babi Kabupaten Banjar, Grader Diduga Hantam Tiga Warga hingga Tewas
Pria asal Sigi Meregang Nyawa di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari
Ancam Sebar Video Vulgar, Pemuda di Banjarmasin Dibekuk Unit Tipidter Polresta Banjarmasin
Manipulasi 190 Rekening Kredit, Tiga Mantan Pegawai BRI Kuin Alalak Terancam 4,5 Tahun Penjara
Mobil dan Dua Motor Terbakar di Jembatan Alalak saat Dinihari, Polisi Bantah Sopir Mabuk
Dugaan Pemalakan Sopir Truk di SPBU Viral, Gerak Cepat Macan Kalsel Tuai Pujian
Penembak Brigadir Arya Supena Tewas Ditembak Polisi Karena Melawan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:05 WITA

Kecelakaan Maut di Tambak Babi Kabupaten Banjar, Grader Diduga Hantam Tiga Warga hingga Tewas

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:59 WITA

Pria asal Sigi Meregang Nyawa di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:04 WITA

Ancam Sebar Video Vulgar, Pemuda di Banjarmasin Dibekuk Unit Tipidter Polresta Banjarmasin

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WITA

Manipulasi 190 Rekening Kredit, Tiga Mantan Pegawai BRI Kuin Alalak Terancam 4,5 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

Politik

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

Senin, 25 Mei 2026 - 22:27 WITA

Verified by MonsterInsights