Jelang Nataru

Pengiriman Barang Lintas Jawa Alami Pertumbuhan Jelang Nataru

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman Barang Alami Perrtumbuhan Jelang Nataru

Pengiriman Barang Alami Perrtumbuhan Jelang Nataru

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Peningkatan pengiriman barang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) berada pada kisaran 10 hingga 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, tentu belum seramai dulu. Saat ini ada kenaikan, tetapi masih terbatas,” ujar Owner Lintas Jawa Group Saut Nathan Samosir di Banjarmasin.

Bahkan, sambungnya, aktivitas pengiriman barang menjelang Natal dan akhir tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan, meskipun belum kembali ke tingkat lonjakan seperti sebelum pandemi.

“Sektor ekspedisi masih berada dalam fase pemulihan, namun optimistis pergerakan barang akan terus meningkat hingga Ramadan mendatang,” tambah anggota DPRD Kota Banjarmasin ini.

Menurutnya, pada periode normal sebelum pandemi, lonjakan pengiriman barang saat Natal dan akhir tahun bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat.

Namun, sambungnya, kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil membuat peningkatan tahun ini cenderung lebih moderat. “Sekarang paling naik 10–20 persen. Tidak seperti dulu yang lonjakannya besar. Meski begitu, tetap patut disyukuri karena trennya masih positif,” katanya.

Baca Juga :  Dukung Arus Mudik dan Sambut Idul Fitri, Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi

Ia mengakui, momentum akhir tahun masih berpotensi mendorong pertumbuhan lanjutan.

Hal ini didorong oleh rangkaian momen konsumsi yang saling berdekatan, mulai dari Natal dan Tahun Baru, berlanjut ke Tahun Baru Imlek, hingga memasuki bulan Ramadan.

“Polanya berkesinambungan. Setelah Natal ada Imlek, lalu Ramadan. Biasanya pemilik barang mulai menyiapkan stok lebih awal, sehingga pengiriman diperkirakan terus meningkat,” ujarnya.

Konveksi pun menjadi jenis barang, dan tidak ada perubahan signifikan dalam komposisi pengiriman.

Barang yang dikirim masih didominasi kebutuhan umum, sementara sektor pembangunan dinilai belum menunjukkan pergerakan berarti dalam beberapa bulan terakhir.

Ia juga menyoroti dinamika ekonomi antarwilayah yang belum sepenuhnya berjalan seiring.  Aktivitas pengiriman di satu daerah bisa meningkat, sementara wilayah lain justru mengalami perlambatan. “Kadang ketika Surabaya ramai, daerah lain justru sepi, atau sebaliknya. Kondisi ekonomi antarwilayah memang jarang benar-benar sinkron,” kata Saut.

Baca Juga :  Dilantik Belum Punya Kantor, Direksi Perumda Pasar Baiman Optimis Kelola Pasar Dengan Baik

Mengenai kebijakan pembatasan jam operasional angkutan barang di Pulau Jawa selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Saut memastikan kebijakan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap sektor ekspedisi.

“Pembatasan ini rutin setiap tahun, baik saat Nataru maupun Lebaran. Tidak bersifat total dan dilakukan bertahap, sehingga pelaku usaha sudah bisa mengantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, faktor cuaca hingga saat ini dinilai masih relatif kondusif.

Kondisi gelombang laut di jalur pelayaran utama berada dalam batas normal sehingga distribusi barang belum mengalami gangguan berarti. “Cuaca masih stabil dan pelayaran aman. Sejauh ini belum ada kendala besar,” imbuhnya.

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat
FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26
BSN Posisi Pertama Perbankan Syariah untuk Penyaluran KPR FLPP di Kalsel
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:52 WITA

Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:13 WITA

Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WITA

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:35 WITA

BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:16 WITA

Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights