Seruan Demo 25 Agustus 2025 Benar Terjadi, Aksi Tolak Tunjangan Eksklusif Anggota DPR Berakhir Ricuh

Seruan Demo 25 Agustus 2025 Benar Terjadi, Aksi Tolak Tunjangan Eksklusif Anggota DPR Berakhir Ricuh

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 23:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar X (Twitter)

Tangkapan layar X (Twitter)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA– Seruan demo pada 25 Agustus 2025 yang viral di berbagai media sosial beberapa waktu lalu benar benar terjadi.

Polisi dan pengunjuk rasa bentrok di depan Gedung DPR/MPR RI pada Senin (25/8/2025). Massa yang didominasi mahasiswa, ojek daring, serta masyarakat sipil memprotes tunjangan tinggi anggota DPR—sekitar Rp50 juta per bulan—yang dinilai sangat berlebihan dibanding upah minimum nasional.

Polisi menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa. Beberapa orang melempar batu, menyalakan kembang api, dan bahkan membakar sepeda motor di lokasi.

AP News melaporkan ribuan mahasiswa berusaha mendekati gedung parlemen sambil melontarkan batu dan bakar petasan.

Baca Juga :  Viral Cosplay Tuyul di Banjarmasin Tengah Malam, Sekelompok Remaja Langsung Ditegur Polisi

Aparat keamanan menyemprotkan gas air mata dan menutup sejumlah ruas jalan tol sehingga menyebabkan kemacetan parah.

Menurut AP, tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan—sekitar 20 kali upah minimum regional—dipandang tak masuk akal saat banyak rakyat kesulitan ekonomi.

Aksi Serupa Meluas hingga Makassar

Di Makassar, ratusan mahasiswa UNM dan kelompok masyarakat melakukan aksi di depan kantor DPRD Sulsel.

Jalan utama diblokir, dan ban dibakar dalam bentuk protes terhadap besarnya tunjangan DPR.

Aksi memicu kemacetan parah.
Polisi menyebut menurunkan lebih dari 1.200 personel gabungan untuk mengawal reaksi massa.

Baca Juga :  Lebih 7.500 Jemaah Telah Melunasi Biaya Haji

Beberapa daerah turut melakukan aksi serupa—sebagian besar diwarnai tuntutan atas keadilan ekonomi dan pemerataan fiskal.

Sebagia demonstran menggunakan simbol budaya pop seperti bendera “One Piece” untuk menyuarakan penolakan terhadap elitisme politik dan menyerukan demokrasi lebih inklusif.

Beberapa daerah turut melakukan aksi serupa—sebagian besar diwarnai tuntutan atas keadilan ekonomi dan pemerataan fiskal.

Sebagi demonstran menggunakan simbol budaya pop seperti bendera “One Piece” untuk menyuarakan penolakan terhadap elitisme politik dan menyerukan demokrasi lebih inklusif.

(Berbagai sumber/Editor Mercurius)

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPK Kalsel Datangi Kejagung, Desak Jampidsus Awasi Penanganan Korupsi SDI dan PDAM Batola
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditetapkan Tersangka dan Ditahan Kejagung
Sehari Setelah Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Bersejarah, ABPEDNAS Capai 100 Ribu Anggota
Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel
Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar
Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:38 WITA

FPK Kalsel Datangi Kejagung, Desak Jampidsus Awasi Penanganan Korupsi SDI dan PDAM Batola

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:35 WITA

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditetapkan Tersangka dan Ditahan Kejagung

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:30 WITA

Sehari Setelah Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:29 WITA

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Bersejarah, ABPEDNAS Capai 100 Ribu Anggota

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:22 WITA

Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights