BOMINDONESIA.COM, MUARA TEWEH– Satuan Reserse Kriminal Polres Barito Utara berhasil mengamankan tiga terduga pelaku kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di wilayah Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.
Penangkapan tersebut disampaikan langsung Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan dan Kasubsipenhumas Iptu Novendra WP dalam konferensi pers di Mapolres Barito Utara, Selasa (21/4/2026) siang.
Kapolres menjelaskan, tiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial VN, LK, dan SA.
Mereka ditangkap di lokasi berbeda sejak Senin (20/4/2026).
Dari ketiganya, LK diketahui merupakan mantan kepala desa di wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
“Benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Korban berjumlah lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat,” ujar Kapolres.
Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa berdarah tersebut diduga dipicu sengketa lahan antara dua kelompok keluarga.
Lahan yang diperselisihkan berada di kawasan hutan dekat jalan perusahaan di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
“Dua pihak sama-sama mengklaim kepemilikan lahan.
Hal itu memicu penyerangan ke sebuah pondok hingga menyebabkan korban jiwa,” jelasnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis parang atau mandau.
Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, juga terdengar suara letusan dan ditemukan luka pada korban yang diduga akibat tembakan.
Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.
“Kami masih mendalami kasus ini agar seluruh rangkaian peristiwa menjadi terang. Untuk sementara, tiga terduga pelaku sudah diamankan,” ujarnya.
Para terduga pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam KUHP.
Diketahui, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Satu keluarga menjadi korban, dengan lima orang meninggal dunia dan satu korban selamat yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
*/ Editor Mercurius














