Tradisi Nyeser Dayak Taba, Ritual Topeng Unik yang Tetap Lestari di Kalbar

Tradisi Nyeser Dayak Taba, Ritual Topeng Unik yang Tetap Lestari di Kalbar

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 21:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRADISI NYESER - Warga mengenakan topeng Amot Samper saat mengikuti tradisi Nyeser Dayak Taba di Kalimantan Barat, berjalan beriringan diiringi musik tradisional. (foto: tangkapan layar Instagram)

TRADISI NYESER - Warga mengenakan topeng Amot Samper saat mengikuti tradisi Nyeser Dayak Taba di Kalimantan Barat, berjalan beriringan diiringi musik tradisional. (foto: tangkapan layar Instagram)

BOMINDONESIA.COM,PONTIANAK– Tradisi Nyeser yang dilakukan masyarakat Dayak Taba di Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.

Tradisi ini menampilkan barisan warga yang mengenakan topeng khas bernama Amot Samper serta kostum dari serat alam, berjalan beriringan sambil diiringi alat musik tradisional.

Dikutip dari akun Instagram @hallokalimantan, tradisi Nyeser merupakan bagian dari ritual adat masyarakat Dayak Taba yang biasanya digelar secara berkala, bahkan bisa berlangsung setiap beberapa tahun sekali.

Dalam prosesi tersebut, para peserta berjalan berkelompok menyusuri jalan desa dengan mengenakan atribut khas yang memiliki nilai simbolik dan spiritual.

Topeng Amot Samper sendiri dikenal memiliki bentuk unik dan mencolok, yang menjadi ciri khas dalam tradisi ini.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, tradisi ini juga diyakini memiliki makna tertentu bagi masyarakat setempat, baik sebagai bagian dari ritual adat maupun sebagai ungkapan kebersamaan dan identitas budaya.

Baca Juga :  Demi Keamanan Wisatawan, Kemkomdigi Siap Tertibkan OTA Tak Berizin

Hingga kini, tradisi Nyeser masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Barat sebagai warisan leluhur yang sarat nilai budaya.

Keberadaan tradisi ini juga menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperkaya keberagaman budaya di Indonesia.

*/ Editor Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senja dan Dust In The Wind di Pasar Loak Kebayoran Lama
Prajurit TNI Gugur Saat Bertugas di Lebanon
Demi Keamanan Wisatawan, Kemkomdigi Siap Tertibkan OTA Tak Berizin
Dugaan Perkara Proyek Jalan, Gubernur Kalbar Diperiksa KPK
Aliansi Mayarakat Kalbar Geruduk Kantor Gubenur Kalbar,Tolak Keras Program Transmigrasi!
Kejati Kalbar Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Proyek Bandara Rahadi Oesman, Negara Rugi Rp8 Miliar
Patroli Gabungan Sapu PETI di Sungai Kapuas: Ultimatum Tegas Penegak Hukum di Sanggau Kalbar 2025
Gerakan Wisata Bersih: Transformasi Hijau Kalbar Menuju Pariwisata Berkelanjutan dan Generasi Emas 2045

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 21:41 WITA

Senja dan Dust In The Wind di Pasar Loak Kebayoran Lama

Jumat, 3 April 2026 - 21:09 WITA

Tradisi Nyeser Dayak Taba, Ritual Topeng Unik yang Tetap Lestari di Kalbar

Rabu, 1 April 2026 - 12:23 WITA

Prajurit TNI Gugur Saat Bertugas di Lebanon

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:47 WITA

Demi Keamanan Wisatawan, Kemkomdigi Siap Tertibkan OTA Tak Berizin

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:49 WITA

Dugaan Perkara Proyek Jalan, Gubernur Kalbar Diperiksa KPK

Berita Terbaru

Screenshot

Peristiwa & Hukum

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights