BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Tak terawat, Kawasan Wisata Selanjung Sungai Biuku menjadi perhatian Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarmasin, Dr Ibnu Sabil yang belum lama ini dilantik.
Bagaimana tidak, wisata ikonik khas kota seribu sungai yang dibangun menelan anggaran tak sedikit itu sudah tak terurus.
Rumput liar dan bangunan mulai dikuasai lumut menandakan bahwa kawasan sudah tak terurus ditambah sudah tidak ada lagi wisatawan yang berkunjung.
Salah seorang anggota Pokdarwis setempat menyampaikan bahwa wisata Sungai Biuku hanya ramai dikunjungi saat baru dibuka beberapa tahun lalu. Kini sudah tidak ada lagi pengunjungnya sehingga kawasanpun tidak terurus.
Pihaknya pun mengaku tidak ada komunikasi dengan dinas terkait sejauh ini.

“Sungai Biuku ini ramai saat awal-awal dibuka saja. Kami pun kehilangan komunikasi,” ucapnya.
Ibnu Sabil menyayangkan setelah melihat Sungai Biuku yang seharusnya bisa dimaksimalkan potensinya.
Ia berharap, kawasan wisata yang khas ini bisa dihidupkan lagi dengan penampilan yang baru dan bisa menjadi magnet pariwisata.
Apalagi disini ada lahan 10 hektar yang masuk hutan kota keanekaragaman hayati. Lahan yang ada bisa dimaksimalkan misalnya diadakan penangkaran biuku (hewan sejenis kura-kura) yang habitatnya dirawa.
“Potensi wisata Sungai Biuku harus kita hidupkan, sayang lahannya juga masih luas dan nanti kalau bisa diadakan penangkaran biuku, jadi saat pengunjung datang bisa melihat biuku yang menyesuaikan dengan nama tempat,” ucapnya.
“Pengembangan wisata nanti juga akan melibatkan dinas terkait dan corporate agar ini benar-benar bisa dimaksimalkan,” ucapnya.
Penulis : Hamdani














