Geger ! Puluhan Balita Diduga Diperlakukan Tidak Manusiawi di Daycare, 13 Pengelola jadi Tersangka

Geger ! Puluhan Balita Diduga Diperlakukan Tidak Manusiawi di Daycare, 13 Pengelola jadi Tersangka

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 22:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daycare Little Aresha, Umbulharjo yang kini diberi garis polisi (Foto Istimewa)

Daycare Little Aresha, Umbulharjo yang kini diberi garis polisi (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, YOGYAKARTA– Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Kota Yogyakarta menggegerkan publik.

Puluhan balita diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, hingga berujung pada penetapan 13 orang sebagai tersangka.

Penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta resmi menetapkan belasan tersangka setelah melakukan gelar perkara intensif pada Sabtu (25/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, serta sejumlah pengasuh yang diduga terlibat langsung maupun tidak langsung dalam praktik kekerasan dan penelantaran anak.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan bukti dan keterangan saksi yang menunjukkan adanya unsur pidana kuat dalam kasus tersebut.

“Dari hasil gelar perkara, sementara kami tetapkan 13 orang sebagai tersangka.

Mereka terdiri dari unsur manajemen hingga pengasuh,” ujarnya seperti dilansir jogjaprov.go.id

Kasus ini bermula dari penggerebekan yang dilakukan polisi pada Jumat (24/4/2026), di mana sebanyak 30 orang sempat diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Ricky Siahaan, Gitaris Seringai, Meninggal Dunia Usai Manggung di Jepang

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui terdapat 103 anak yang terdaftar di daycare tersebut, dan sekitar 53 anak di antaranya diduga menjadi korban kekerasan fisik maupun penelantaran.

Di tengah proses hukum yang berjalan, fakta-fakta mengejutkan mulai terungkap.

Berdasarkan temuan petugas, sejumlah anak diduga diperlakukan secara tidak layak, termasuk kondisi di mana tangan dan kaki mereka diikat.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya menyaksikan langsung kondisi anak-anak yang memprihatinkan saat penggerebekan berlangsung.

“Anggota kami menemukan adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak di lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, para orang tua korban mulai berdatangan ke Mapolresta Yogyakarta untuk menuntut keadilan.

Mereka mengaku terpukul setelah mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami anak-anak mereka selama dititipkan di daycare tersebut.

Baca Juga :  Jika Kotak Kosong Menang, KPU-DPR Sepakat Pilkada Ulang 2025

Salah satu orang tua, Norman Widarto, mengaku baru menyadari bahwa luka-luka pada anaknya bukan sekadar kecelakaan biasa setelah melihat bukti video dari lokasi kejadian.

“Selama ini kami percaya, ternyata kenyataannya sangat berbeda. Saya sangat terpukul,” ungkapnya.

Kesaksian serupa juga disampaikan orang tua lainnya yang menemukan kejanggalan dalam sistem pengawasan daycare.

Minimnya akses CCTV di dalam ruangan membuat aktivitas pengasuhan tidak dapat dipantau secara langsung oleh orang tua.

Polisi memastikan penyidikan masih terus berkembang.

Selain mendalami motif, penyidik juga melakukan pemeriksaan medis terhadap para korban guna mengidentifikasi dampak kekerasan yang dialami.

“Kami akan mengusut tuntas, termasuk kemungkinan adanya tersangka tambahan,” tegas Kapolresta.

Kasus ini menjadi perhatian serius publik dan diharapkan menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pengawasan serta standar keamanan di tempat penitipan anak, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

*/  Editor: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Gugur Bertambah, Bripda Nopandri Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan
Aliran Dana Perkara KPU HSU Terkuak di Sidang, Kadis PUTR Akui Beri Rp35 Juta
Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Masih Hilang
Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80
Kapolda Kalsel Jadikan Hari Bhayangkara ke-80 Momentum Perkuat Kepercayaan Publik
Hari Bhayangkara ke-80, Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalsel Raih Penghargaan Kapolda atas Pengungkapan 379 Kg Sabu
BREAKING NEWS !Duel Berdarah di Soetoyo S Berujung Maut, Video Viral Beredar Luas
Ditreskrimum Polda Kalsel Ringkus 211 Tersangka, Seluruh Kasus Pembunuhan Januari – Juni Terungkap

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:31 WITA

Korban Gugur Bertambah, Bripda Nopandri Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:30 WITA

Aliran Dana Perkara KPU HSU Terkuak di Sidang, Kadis PUTR Akui Beri Rp35 Juta

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:35 WITA

Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Masih Hilang

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00 WITA

Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:52 WITA

Kapolda Kalsel Jadikan Hari Bhayangkara ke-80 Momentum Perkuat Kepercayaan Publik

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights