BOMINDONESIA.COM,
Sosialisasi pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana “MURA TANA” pada 2 Desember lalu menjadi pengingat bahwa Murung Raya adalah wilayah yang tidak pernah benar-benar bebas dari ancaman alam.
Pernyataan Asisten II Setda Mura K. Zen Wahyu Priyatna tentang perlunya respons cepat bukan sekadar ajakan, tetapi cerminan realitas yang sudah berkali-kali membuktikan betapa mahalnya kelambatan dalam penanganan bencana.
Langkah pemerintah daerah membentuk TRC-PB melalui SK Bupati patut diapresiasi.
Tim ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengkaji cepat keadaan, melakukan evakuasi, serta menangani situasi darurat sebelum bantuan skala besar bergerak. Ini menunjukkan Murung Raya mulai memperkuat fondasi mitigasi, bukan hanya reaksi.
Namun di balik itu, ada pelajaran penting yang perlu ditegaskan: bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Instruksi Bupati yang turut menekankan peran perusahaan dalam mitigasi hingga pemulihan pascabencana bukanlah formalitas.
Di banyak daerah di Indonesia, dampak bencana sering diperparah oleh aktivitas industri, pembukaan lahan, hingga minimnya pengelolaan lingkungan jangka panjang.
Perusahaan memang hadir dalam pertemuan itu, tetapi Murung Raya membutuhkan lebih dari kehadiran.
Dibutuhkan komitmen—yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sumbangsih perusahaan seharusnya tidak berhenti pada kursi undangan atau tanda tangan daftar hadir.
Logistik, tenaga, peralatan, program mitigasi lingkungan, hingga kesiapan membantu saat bencana terjadi adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan yang memberikan keuntungan bagi mereka.
Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, masyarakat, relawan, dan dunia usaha—adalah satu-satunya kunci membangun daerah yang benar-benar tangguh. TRC-PB “MURA TANA” mungkin menjadi tulang punggung dalam penanganan bencana, tetapi tidak akan cukup jika pihak lain hanya menonton dari kejauhan.
Murung Raya sudah mengambil langkah awal yang tepat.
Tinggal satu pertanyaan tersisa: apakah semua pihak bersedia ikut berjalan sebelum langkah itu terlambat?
Mercurius
(Penulis wartawan bomindonesia.com)















