Pasang Surut Luhut dan Prabowo, Dari Kopassus hingga Istana

Pasang Surut Luhut dan Prabowo, Dari Kopassus hingga Istana

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025 - 16:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercurius

Mercurius

BOMINDONESIA.COM –Dalam setiap perombakan kabinet, publik selalu menebak-nebak siapa yang akan tersingkir dan siapa yang akan bertahan.

Namun ada satu nama yang nyaris tak pernah terusik: Luhut Binsar Pandjaitan.

Misteri ketahanan Luhut dari era Presiden Jokowi ini menarik untuk ditelisik, terlebih bila dikaitkan dengan sejarah panjang hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya ditempa dalam kawah candradimuka Kopassus. Hubungan senior–junior di pasukan elite ini tak selalu mulus.

Selepas mengikuti pelatihan GSG 9 di Jerman Barat bersama Prabowo, pada 1981 Luhut mendirikan Detasemen 81 Antiteror Kopassus. Saat itu Luhut, berpangkat mayor, menjadi komandan, sedangkan Kapten Prabowo Subianto menjabat wakilnya.

Seperti dicatat Hendro Subroto dalam biografi Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando muncul ketegangan di antara keduanya pada 1983.

Prabowo disebut menggerakkan pasukan Detasemen 81 untuk “mengamankan” Benny Moerdani dan beberapa jenderal lain yang dituding hendak mengudeta Soeharto.

Luhut, sebagai atasan, mencegah langkah itu.

Baca Juga :  Perempuan Pelabuhan di Balik Puncak Mudik: Ketangguhan atau Potret Ketimpangan?

Peristiwa itu meninggalkan bekas, namun tak memutus hubungan mereka.

Menurut Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto, Luhut kemudian “ikut menjadi korban de-benny-sasi.”

Kariernya di baret merah tak seterang Prabowo, yang melesat hingga menjabat Danjen Kopassus dan Pangkostrad berkat posisinya yang dikaitkan sebagai menantu Presiden Soeharto.

Luhut hanya pernah memimpin Grup 3 Sandi Yudha dan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).

Bahkan ia mengakui, “Jangankan jabatan Pangdam, jabatan Kasdam pun tak pernah saya alami.” ujar Luhut

Meski begitu, jalur mereka kembali bersinggungan dalam dunia bisnis.

Nama Luhut dan Prabowo sama-sama tercatat dalam kepemilikan PT Kiani Kertas, perusahaan besar peninggalan Bob Hasan.

Dari sini terlihat, gesekan tak menutup peluang kolaborasi bila kepentingan beririsan.

Relasi itu juga teruji dalam masa sulit. Setelah kerusuhan Mei 1998, Prabowo tersingkir dari militer dan sempat bermukim di luar negeri.

Saat itu Luhut yang menjabat Duta Besar RI di Singapura disebut memfasilitasi kepulangan Prabowo ketika ingin menjenguk ayahnya, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, yang tengah sakit keras.

Baca Juga :  KPK Bawa Koper, Paman Birin Hadirkan Ahli

Momen ini menambah lapisan lain dalam hubungan mereka: rivalitas, kolaborasi, sekaligus titik-titik saling membantu.

Dalam politik, jalan keduanya berbeda. Prabowo berulang kali maju dalam kontestasi presiden hingga akhirnya berhasil pada 2024.

Luhut memilih jalur teknokrat, masuk ke lingkaran Jokowi, dan menjelma sebagai “menteri segala urusan” yang pengaruhnya begitu kuat.

Kini, ketika Prabowo telah di Istana sebagai Presiden, pertanyaan publik kembali muncul: mengapa Luhut tetap aman dari reshuffle?

Apakah ini bentuk penghormatan seorang junior pada seniornya di Kopassus?

Atau karena jaringan politik dan ekonomi memang masih membutuhkan peran Luhut yang sulit tergantikan?

Pasang surut hubungan Luhut dan Prabowo seakan memberi pelajaran bahwa dalam politik Indonesia, persahabatan, rivalitas, dan kepentingan saling berkelindan.

Jawaban pastinya mungkin hanya diketahui oleh dua sahabat lama itu—yang kini sama-sama berada di puncak kekuasaan.

Penulis : Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi
Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti
Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat
Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman
Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A
Fraksi PKB DPRD Murung Raya Dorong Raperda Penataan Perangkat Daerah Berjalan Efektif dan Efesien
Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
Welcome, Piala Dunia 2026
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31 WITA

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:55 WITA

Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:05 WITA

Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:08 WITA

Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:47 WITA

Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:55 WITA

Verified by MonsterInsights