Paus Leo XIV Terpilih: Jejak Hidup, Visi Global, dan Bayang-Bayang Kontroversi – bomindonesia.com

Paus Leo XIV Terpilih: Jejak Hidup, Visi Global, dan Bayang-Bayang Kontroversi

- Redaksi

Jumat, 9 Mei 2025 - 23:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus terpilih, Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat diperkenalkan. Ia menggunakan nama Paus Leo XIV. Foto: (Instagram Vatican News)

Paus terpilih, Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat diperkenalkan. Ia menggunakan nama Paus Leo XIV. Foto: (Instagram Vatican News)

BOMINDONESIA.COM, VATIKAN – Dunia Katolik resmi memiliki pemimpin baru. Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai Paus ke-268 dalam sejarah Gereja Katolik Roma dan mengambil nama Leo XIV. Ia diumumkan sebagai Paus baru pada Kamis (8/5/2025) dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, setelah konklaf berlangsung dua hari.

“Annuntio vobis gaudium magnum, Habemus Papam!”

(“Aku mengumumkan kepada kalian kabar sukacita besar: Kita memiliki Paus!”)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jejak Panjang di Dua Benua

Lahir di Chicago tahun 1955 dari keluarga berdarah Spanyol dan Prancis-Italia, Prevost mengawali pelayanannya sebagai putra altar dan ditahbiskan sebagai imam pada 1982. Tiga tahun kemudian, ia menetap di Peru dan mendedikasikan hidupnya untuk komunitas terpinggirkan.

Ia sempat mengajar di seminari, memimpin paroki lokal di Trujillo, dan membangun jejaring lintas budaya. Paus Fransiskus kemudian mengangkatnya sebagai Uskup Chiclayo, lalu menjadi prefek Dikasteri untuk Para Uskup—jabatan penting yang mengawasi dan menunjuk para uskup di seluruh dunia.

Meski baru diangkat menjadi kardinal pada 2023, keterpilihannya dinilai tidak mengejutkan.

Mayoritas kardinal yang memilih dalam konklaf adalah penunjukan langsung dari Paus Fransiskus, yang dikenal memiliki visi serupa dengan Leo XIV.

Visi Paus Baru

Dalam pidato perdananya, Paus Leo XIV memberi penghormatan mendalam kepada pendahulunya.

“Kita masih mendengar suara Paus Fransiskus yang lemah namun penuh keberanian, memberkati dunia,” ujarnya di hadapan ribuan umat. “Mari kita bersatu, bergandengan tangan dengan Tuhan, dan melangkah bersama.”

Dikenal sebagai pendukung reformasi Fransiskus, Leo XIV diyakini akan melanjutkan perhatian terhadap isu migran, kemiskinan, dan lingkungan.

Meskipun berasal dari AS, akar pelayanannya yang panjang di Amerika Latin menjadikannya simbol kesinambungan spiritual antara Utara dan Selatan.

Bayang-Bayang Kontroversi

Namun, masa lalu Leo XIV tak sepenuhnya mulus. Selama bertugas di Peru, ia tak luput dari sorotan skandal pelecehan seksual yang membayangi institusi Gereja.

Meski begitu, keuskupan tempatnya bertugas menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam upaya menutup-nutupi kasus tersebut.

Vatikan melalui juru bicara Matteo Bruni menyampaikan bahwa Gereja kini memerlukan pemimpin dengan “semangat kenabian”, yang mampu membawa terang di tengah dunia yang diliputi keputusasaan.

Harapan itu kini dipikul oleh Leo XIV.

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia
Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi
Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal
Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau
Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran
Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak
Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WITA

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:09 WITA

Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:16 WITA

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Selesai Upacara, Tamu Wali Kota Dijamu Makanan Khas Banjar

Senin, 17 Agu 2026 - 19:35 WITA

(Mercurius)

Cermin

81 Tahun Merdeka, Masihkah Kepak Sayap Garuda Menaungi?

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:53 WITA

Verified by MonsterInsights