Pendulang Intan di Cempaka Tewas Tertimbun Longsor – bomindonesia.com

Pendulang Intan di Cempaka Tewas Tertimbun Longsor

- Redaksi

Minggu, 18 Mei 2025 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Humaidi (45), seorang pendulang intan, tewas tertimbun longsor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu sore. (foto Istimewa)

Ahmad Humaidi (45), seorang pendulang intan, tewas tertimbun longsor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu sore. (foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, BANJARBARU — Seorang pendulang intan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di lokasi pendulangan tradisional Jalan Ujung Murung, RT 33 RW 11, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu (18/5/2025) sore.

Kejadian tragis ini dibenarkan oleh Lurah Sungai Tiung, Ferdy Chandra Budiman. “Benar, kami sudah menerima laporan terkait peristiwa tersebut,” ujarnya singkat.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung melakukan upaya pencarian dengan menggali tanah yang diduga menimbun korban. Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini, menjelaskan kronologi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyatakan bahwa tanah galian tempat korban mendulang intan longsor karena kondisi tanah yang labil. “Korban tertimbun tanah longsor pada kedalaman 15 meter,” ujar Zaini

Upaya evakuasi yang dilakukan oleh warga dibantu relawan gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 18.00 WITA.

Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. “Korban ditemukan berjumlah satu orang dalam kondisi telah meninggal dunia dan langsung diantar ke rumah korban atas permintaan dari pihak keluarga,” tambah Zaini.

Proses evakuasi korban longsor melibatkan berbagai pihak.

BPBD Kota Banjarbaru mengerahkan satu unit rescue dan berkoordinasi dengan Polsek Cempaka, MPB Sungai Tiung, dan relawan gabungan., Kerja sama antar instansi dan masyarakat ini menjadi kunci keberhasilan evakuasi meskipun korban ditemukan dalam kondisi yang tidak dapat diselamatkan.

BPBD Banjarbaru juga melakukan observasi dan pengumpulan data terkait kejadian ini. Kejadian ini menyoroti pentingnya keselamatan kerja dan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di lokasi pertambangan tradisional.

Lokasi pendulangan intan Cempaka dikenal sebagai salah satu titik pencarian intan rakyat yang masih aktif, namun sering kali menghadapi risiko keselamatan kerja, terutama longsor akibat struktur tanah yang labil.

Penulis : */Mercurius

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Liang Anggang Meluas, Asap Ganggu Pengguna Jalan Trans Kalimantan
Polda Kalsel Bersama Forkopimda dan Masyarakat Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang
Polda Kalsel Gagalkan Perdagangan Sisik 320 Trenggiling seberat 64 Kg
Dorong Transparansi Publik, Jurnalis Senior Hasby Suhaily Perkuat Jajaran Komisioner KI Kalsel
Pemkab Kotabaru Laksanakan Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Dengan Khidmat
Duka di Hari Kemerdekaan, Kebakaran di Pemurus Dalam Telan Korban Jiwa
Analisis PC-Crash Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Mantewe yang Tewaskan 7 Orang
Rokok Ilegal Dibabat, FKPWK Berharap Penindakan Polresta Banjarmasin Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:55 WITA

Karhutla Liang Anggang Meluas, Asap Ganggu Pengguna Jalan Trans Kalimantan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:28 WITA

Polda Kalsel Bersama Forkopimda dan Masyarakat Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:33 WITA

Polda Kalsel Gagalkan Perdagangan Sisik 320 Trenggiling seberat 64 Kg

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Dorong Transparansi Publik, Jurnalis Senior Hasby Suhaily Perkuat Jajaran Komisioner KI Kalsel

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Pemkab Kotabaru Laksanakan Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Dengan Khidmat

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Sejumlah 174 ASN Pensiun, Pemko Banjarmasin Jadi Hemat Tapi Kekurangan SDM

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:05 WITA

Verified by MonsterInsights