Rumiadi dan Keberanian Mengingatkan: Saat Kritik Menjadi Nafas Demokrasi

Rumiadi dan Keberanian Mengingatkan: Saat Kritik Menjadi Nafas Demokrasi

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Mercurius)

(Mercurius)

BOMINDONESIA.COM,

Beberapa waktu seperti yang diberitakan bomindonesia.com, sikap Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., yang mengajak insan pers untuk tidak hanya menulis hal-hal indah, tetapi juga berani mengkritik dengan santun dan faktual, layak mendapat penghormatan.

Di tengah arus pemberitaan yang kerap tersandera kepentingan ekonomi maupun politik, pernyataan itu bukan hanya nasihat, melainkan panggilan moral bagi dunia jurnalistik daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumiadi seolah mengingatkan, fungsi pers sejati bukan sekadar menyampaikan kabar baik, tetapi menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepentingan publik. “Pers harus jadi mitra kritis,” ucapnya—sebuah kalimat sederhana, namun bernas, di tengah realitas bahwa banyak media di daerah masih hidup dari kontrak kerja sama dengan pemerintah daerah maupun lembaga legislatif sendiri.

Baca Juga :  Kartini dan Esensi yang Sering Terlupakan

Dalam situasi seperti itu, keberanian seorang pejabat publik mengingatkan pentingnya kritik justru menunjukkan kedewasaan berdemokrasi.

Ia tidak alergi terhadap masukan, tidak gentar terhadap suara berbeda.

Kutipan terkenal dari seorang sejarawan dan penulis sains fiksi Amerika Serikat Isaac Asimov mengatakan Kekaisaran akan runtuh ketika kritik berhenti”

Begitu pula pemerintahan, tanpa kritik, hanya akan berjalan dalam ruang gema yang meninabobokan.

Kritik yang benar, berbasis data dan disampaikan dengan santun, bukanlah bentuk perlawanan—melainkan cermin kepedulian.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Kenegaraan Sri Paus Fransiskus di Istana Merdeka

Murung Raya membutuhkan ruang dialog yang jujur antara pemerintah dan media.

Sebab kemajuan tidak lahir dari pujian semata, tetapi dari keberanian bersama melihat dan memperbaiki kekurangan.

Karena itu, pesan Rumiadi seharusnya tidak berhenti di ruang seremonial, melainkan menjadi refleksi kolektif.

Bagi insan pers, ini momentum untuk menjaga idealisme di tengah tekanan ekonomi. Bagi pemerintah daerah, ini tanda bahwa keterbukaan bukan kelemahan, melainkan fondasi kepercayaan publik.

Dan mungkin, dari keberanian mengingatkan inilah, Murung Raya perlahan tumbuh menjadi kabupaten yang bukan hanya maju secara fisik, tetapi juga dewasa dalam berpikir.

Penulis: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Ungkap Modus Penyelundupan Pil Ekstasi ke Penjara, Libatkan Oknum Sipir
Ngamuk Diduga Karena “Bisikan”, Pria di Sungai Pinang Bacok Tiga Orang, Tetangga Tewas di Perjalanan ke RS
Susu, Buah dan Media Sosial
Momentum HUT ke-1 Amanah Medical Centre, Wali Kota Yamin Doakan Kemajuan
Mengidolakan Indra Lesmana, Yandi Pratama Mulai Mendalami Musik Jazz dan Dunia Workshop Musik Nasional
Kemana Aliran Retribusi Sampah Dari Rekening Ledeng? Berapa Nilainya?
Anggota Persit Asal Banua Tetap Berkarya dan Melestarikan Kain Sasirangan dimanapun Suami Bertugas
May Day Banjarmasin 2026 Dimaknai Dengan Rasa Kebersamaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:33 WITA

Jaksa Ungkap Modus Penyelundupan Pil Ekstasi ke Penjara, Libatkan Oknum Sipir

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:17 WITA

Ngamuk Diduga Karena “Bisikan”, Pria di Sungai Pinang Bacok Tiga Orang, Tetangga Tewas di Perjalanan ke RS

Senin, 11 Mei 2026 - 00:40 WITA

Susu, Buah dan Media Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:13 WITA

Momentum HUT ke-1 Amanah Medical Centre, Wali Kota Yamin Doakan Kemajuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:53 WITA

Mengidolakan Indra Lesmana, Yandi Pratama Mulai Mendalami Musik Jazz dan Dunia Workshop Musik Nasional

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights