The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
(Mahatma Gandhi)
Ketika banjir bandang melanda Sumatra dan Aceh, gelombang pertama yang bergerak cepat bukanlah birokrasi, melainkan publik: relawan, komunitas kecil, dan para penggalang dana independen — termasuk Ferry Irwandi yang berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp10 miliar.
Ironisnya, alih-alih mendapat apresiasi, aksi solidaritas ini justru disambut dengan dua suara sumbang dari pemerintah dan parlemen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa penggalangan dana publik harus “izin dulu”, bahkan bila jumlahnya besar harus menggunakan auditor.
Dalam konteks administrasi mungkin terlihat rapi, tetapi dalam situasi bencana ketika hitungan menit menentukan hidup dan mati seruan seperti ini terasa tak peka. Bencana tidak menunggu surat izin.
Belum selesai persoalan itu, muncul pula komentar dari anggota DPR RI Endipat Wijaya yang menyinggung gerakan donasi independen seolah ada yang “sok paling kerja” dalam penanganan bencana.
Pernyataan seperti ini bukan hanya tidak perlu, tetapi justru merusak semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan terbesar masyarakat Indonesia.
Yang dibutuhkan masyarakat Sumatra dan Aceh saat ini bukanlah regulasi tambahan, bukan pula sindiran politik, tetapi kolaborasi nyata — siapa pun yang bisa membantu, silakan membantu.
Negara dan publik tidak perlu saling curiga.
Dalam banyak bencana, justru masyarakat sipil lah yang bergerak paling cepat, membeli waktu hingga bantuan resmi tiba.
Mestinya, pemerintah dan DPR melihat energi publik ini sebagai aset, bukan ancaman.
Transparansi bisa dibangun tanpa menghambat kecepatan.
Pengawasan bisa diperkuat tanpa mematikan inisiatif. Yang terpenting, solidaritas jangan dibunuh oleh regulasi dan ego politik.
Karena saat air bah datang, yang pertama turun tangan sering kali bukan pejabat — melainkan rakyat biasa yang tak peduli jabatan, tak menunggu izin, hanya ingin menyelamatkan sesama.
Mercurius
(Penulis Wartawan bomindonesia.com)












