Harga Emas Dunia Sentuh USD 3.978, Target USD 4.050 Dekat – bomindonesia.com

Harga Emas Dunia Sentuh USD 3.978, Target USD 4.050 Dekat

- Redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 20:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

emas batangan

emas batangan

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA  — Harga emas kembali menjadi sorotan pasar global. Pada Selasa pagi, 7 Oktober 2025, harga emas dunia menembus level US$ 3.978 per troy ons, level signifikan yang semakin mendekatkan logam mulia ini ke proyeksi US$ 4.050 per ons pada November mendatang.

Ibrahim Assuabi, Analis Mata Uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, menilai momentum kenaikan ini akan terus berlanjut. “Jika tren penguatan berlanjut, November 2025 bisa menjadi tonggak emas dunia menembus US$ 4.050,” jelasnya.

Dampak positif juga terasa di pasar dalam negeri. Data resmi Logam Mulia mencatat harga emas Antam pada Selasa pagi berada di Rp 2.284.000 per gram, naik Rp 34 ribu dari hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibrahim memperkirakan harga emas batangan bisa menembus Rp 2,3 juta per gram dalam waktu dekat. Bahkan, pada November 2025, harga diprediksi melesat hingga Rp 2,7 juta per gram dan berpotensi mendekati Rp 3 juta per gram di akhir tahun.

Lonjakan emas didorong oleh dua faktor kunci: ketidakpastian ekonomi global dan harapan penurunan suku bunga AS. Kondisi ini membuat investor mencari aset aman.

“Pasar bereaksi terhadap sinyal The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga 25 basis poin Oktober ini. Jika kondisi politik AS makin tertekan, pemangkasan bisa lebih agresif, bahkan 50 basis poin pada November,” jelas Ibrahim.

Penurunan suku bunga membuat dolar AS kurang menarik sehingga investor beralih ke emas sebagai lindung nilai.

Situasi politik di Washington menambah ketidakpastian. Perdebatan soal pagu utang membuat pemerintah AS sempat mengalami shutdown parsial. Akibatnya, rilis data tenaga kerja tertunda, memperbesar spekulasi pemangkasan suku bunga.

Data yang ada menunjukkan tren melemahnya pasar tenaga kerja dengan peningkatan pengangguran. Kondisi ini semakin memperkuat posisi emas di mata investor.

Selain faktor domestik AS, konflik eksternal juga memanaskan pasar. Perang dagang yang kembali pecah sejak 1 Oktober 2025 diperkirakan mendorong inflasi global.

“Eskalasi konflik dagang berpotensi menaikkan harga barang internasional. Inflasi akan terdorong, dan masyarakat akan mencari aset aman. Logam mulia terbukti menjadi pilihan utama dalam situasi ini,” tambah Ibrahim.

Dengan ketidakpastian global yang terus membayangi, emas semakin kokoh sebagai safe haven. Baik di pasar global maupun domestik, tren penguatan logam mulia ini memberi sinyal jelas bahwa periode akhir 2025 akan menjadi masa emas bagi investor emas.

Sumber CNN

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat
FKPWK Gandeng Pemko Banjarmasin, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding
Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi
Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:02 WITA

Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:23 WITA

FKPWK Gandeng Pemko Banjarmasin, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:33 WITA

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Kabel Semrawut Ditata, Pemko Banjarmasin Siapkan Aturan Fiber Optik

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:43 WITA

Verified by MonsterInsights