BOMINDONEASIA.COM, JAKARTA – Pasar saham Indonesia tengah menghadapi ujian berat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 27 Oktober 2025. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG terkoreksi 1,87 persen dan menutup sesi di level 8.117. Tekanan jual yang kuat membuat indeks sempat menembus area support penting, memunculkan kekhawatiran di kalangan investor terhadap potensi lanjutan koreksi pada pekan ini.
Menurut analis teknikal Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, penurunan tajam ini dipicu oleh kombinasi aksi ambil untung dan sentimen global yang kurang mendukung. Ia menjelaskan bahwa IHSG kini berada di batas bawah kanal harga (lower channel) dan telah menembus level support krusial di 8.059. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji area support selanjutnya di 7.892.
Namun, peluang rebound belum sepenuhnya tertutup. Rosanova menyebut, jika IHSG mampu bertahan di atas area 7.892, maka potensi pembalikan arah cukup terbuka. “Masih ada ruang teknikal bagi IHSG untuk kembali ke area 8.200 hingga 8.362, selama tekanan jual mulai mereda,” ujarnya dalam riset harian, Selasa, 28 Oktober 2025.
Secara teknikal, Binaartha Sekuritas memperkirakan level support IHSG hari ini berada di kisaran 7.892, 7.821, 7.742, dan 7.619. Sementara itu, level resistance yang perlu dicermati investor berada di 8.197, 8.278, dan 8.362. Pemantauan terhadap level-level ini penting untuk menentukan strategi jangka pendek, terutama di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Kondisi global turut memberi tekanan tambahan. Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi, seiring pasar mencermati pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Menteri Luar Negeri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo. Isu perdagangan dan ketegangan geopolitik kembali membayangi sentimen investor, membuat sebagian pelaku pasar memilih bersikap hati-hati.
Meski begitu, sejumlah saham masih menawarkan peluang menarik. Berdasarkan riset Binaartha Sekuritas, ada lima saham unggulan yang layak dicermati hari ini.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) direkomendasikan hold atau trading buy di rentang harga Rp7.250–Rp7.400 dengan target ke Rp8.075. Sementara support berada di Rp7.225 dan resistance di Rp8.075, Rp8.400, Rp8.750, hingga Rp9.200.
Saham PT Indosat Tbk (ISAT) disarankan hold dengan target harga Rp2.060. Level support berada di Rp1.700, sedangkan resistance bertahap di Rp2.060, Rp2.190, Rp2.310, dan Rp2.430.
Untuk sektor pertambangan, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) direkomendasikan trading buy di kisaran Rp22.150–Rp22.500 dengan target harga Rp23.375. Support berada di Rp22.100, sementara resistance di Rp23.375, Rp24.050, dan Rp25.000.
Dari sektor konsumer, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) disarankan buy on weakness pada Rp2.300–Rp2.400 dengan target ke Rp2.830. Support berada di Rp2.260 dan resistance di Rp2.830, Rp2.960, hingga Rp3.100.
Terakhir, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga menarik dicermati dengan rekomendasi buy on weakness di Rp1.090–Rp1.130 dan target ke Rp1.335. Level support berada di Rp1.070, sedangkan resistance di Rp1.335, Rp1.415, Rp1.475, dan Rp1.560.
Meski sentimen pasar jangka pendek masih rapuh, sejumlah analis menilai pelemahan ini bisa menjadi momentum akumulasi bagi investor jangka menengah. “Volatilitas memang tinggi, tapi peluang rebound teknikal tetap terbuka,” kata Rosanova.
Dengan rilis data ekonomi baru dan perkembangan geopolitik global, pelaku pasar disarankan tetap waspada sambil menjaga posisi likuid. IHSG kini berada di persimpangan penting: antara melanjutkan pelemahan ke bawah 7.900 atau memantul kembali ke atas 8.300. Keputusan investor untuk bersikap disiplin dalam manajemen risiko akan menjadi kunci menghadapi dinamika pasar pekan ini.
Sumber KONTAN.ID
Editor Sukmahid












