In Memoriam Abi Kusno, Jurnalis Investigasi asal Kalteng yang Pernah Diserang Oknum tak Dikenal hingga Luka 17 Tusukan dan Empat Jari Putus

In Memoriam Abi Kusno, Jurnalis Investigasi asal Kalteng yang Pernah Diserang Oknum tak Dikenal hingga Luka 17 Tusukan dan Empat Jari Putus

- Redaksi

Senin, 13 Januari 2025 - 22:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat serangan beberapa oknum tak dikenal (alm ) Abi Kusno menderita 17 tusukan dan empat jari putus, akibatnya dia sempat koma dan mendapat 350 jahitan (Foto Istimewa/Bomindonesia,)

Akibat serangan beberapa oknum tak dikenal (alm ) Abi Kusno menderita 17 tusukan dan empat jari putus, akibatnya dia sempat koma dan mendapat 350 jahitan (Foto Istimewa/Bomindonesia,)

BOMINDONESIA.COM, PANGKALAN BUNAbi Kusno Nachran bagi para jurnalis di Bumi Borneo tentu bukan sosok yang asing.

Pria yang akrab disapa Bang Ono ini merupakan seorang jurnalis yang tak gentar mengungkap praktik illegal penebangan kayu yang merajalela di Bumi Borneo pada masa itu .

Melalui tulisannya yang tajam dan investigasinya yang mendalam kerap mengusik para pelaku kejahatan lingkungan di Kalimantan. Seorang jurnalis yang lahir pada tahun 1941 di Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah, kerap menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak memiliki jabatan sebagai seorang jurnalis untuk berbagai media lokal, Abi Kusno tetap tegar dan tanpa lelah menegakkan kebenaran menangani kasus-kasus penebangan liar dan perdagangan kayu ilegal.

Tindakan yang Abi Kusno pilih, bukanlah pilihan yang mudah ia jalani. Karena tindakannya membuat Abikusno berulang kali berhadapan dengan para pelaku kejahatan yang tak segan-segan mengancam nyawanya

Hingga akhirnya pada tahun 2001 yang menjadi puncak dari ancaman tersebut, Abi Kusno diserang secara brutal oleh sekelompok orang yang tak dikenal.

Baca Juga :  Ikan 1 Ton Siap Dibagikan Gubernur Haji Muhidin di Haul Abah Guru Sekumpul

Dengan menggunakan senjata tajam, oknum preman itu melukai Abi Kusno hingga 17 luka tusukan sedalam 4 cm dan menghilangkan empat jarinya.

Sementara itu, sang editor mengalami perut robek oleh tusukan senjata tajam. Abi Kusno dan editornya terkapar dan bermandikan darah. Hal tersebut menyebabkan adanya 350 jahitan di tubuhnya untuk menghentikan pendarahan san membutuhkan 29 kantong darah.

Meskipun kejadian tersebut membuat Abi Kusno cacat permanen, tapi Abi Kusno tetap semangat juang dan melanjutkan perjuangannya. Dengan keberanian yang luar biasa, Abi Kusno menyebutkan nama-nama pejabat besar yang terlibat dalam penganiayaan yang dialaminya.

Salah satunya yaitu seorang anggota MPR yang menjadi pejabat daerah pada masa itu. Pada tahun 2004, Abi Kusno terjun ke dunia politik, dan dia dipilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Damaskus Dikuasai Tentara Pemberontak, Rezim Assad Tumbang

Namun jabatan politik yang dia miliki tidak membuatnya aman dari ancaman. Teror dan intimidasi terus menghantuinya. Dengan jabatan yang ia emban, Abi semakin gencar dalam memberantas aktivitas illegal logging.

la bahkan pernah menggagalkan tiga kapal Tiongkok yang mengangkut kayu ilegal dari Taman Nasional Tanjung Puting. Tragisnya, pada tahun 2006 Abi Kusno meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di jalan tol Cirebon.

Banyak pihak yang mencurigai bahwa kecelakaan itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari rencana pembunuhan yang telah lama disusun.

Sebelum meninggal dia sempat mendapatkan kotak kain kafan dan tulisan “Jangan Bunuh Mata Pencaharian Kami” yang diterima dari masyarakat Muara Bulan ketika Abi Kusno dan rombongan meninjau timbunan kayu ilegal di sana.

Kematian Abi Kusno Nachran menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Keberanian dan kegigihannya dalam membela kebenaran, meskipun hidupnya berakhir tragis.

bomindonesia

Penulis : Mercurius

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Dirangkum berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

Screenshot

Peristiwa & Hukum

Bukti Baru Kasus Penggelapan Kopbun Sawit, Polisi Panggil Panitia RAT

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WITA

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights