Bang Ucu Kambing, Panglima Betawi yang Pernah Usir Hercules dari Tanah Abang

Bang Ucu Kambing, Panglima Betawi yang Pernah Usir Hercules dari Tanah Abang

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 00:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing (Foto : Istimewa)

Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing (Foto : Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Tubuhnya tak besar, wajahnya murah senyum dan ramah.

Tapi keberaniannya tak diragukan. Dialah Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, Panglima Perang Betawi yang legendaris.

Sosok yang pernah mengusir Hercules dari jantung perdagangan Tanah Abang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama Hercules—Rosario de Marshall—baru-baru ini kembali menjadi sorotan setelah organisasi yang dipimpinnya, GRIB JAYA, terlibat dalam sejumlah keributan.

Namun jauh sebelum itu, Hercules telah lama dikenal sebagai sosok preman paling ditakuti di Jakarta, khususnya pada era 1990-an.

Ia menguasai berbagai wilayah, menarik retribusi liar dari pedagang kaki lima, mengelola ‘keamanan’ hingga mengendalikan bisnis-bisnis pinggiran seperti perjudian dan hiburan malam. Didukung ‘orang besar’ sebagai backing, sepak terjang Hercules berlangsung tanpa hambatan berarti—hingga ia berusaha menguasai Tanah Abang.

Saat kelompok Hercules mulai menarik retribusi paksa di kawasan Bongkaran dan Tanah Abang, keresahan muncul. Sistem pemalakan dengan kekerasan
hingga dugaan penghilangan nyawa membuat para pedagang dan tokoh masyarakat geram.

Baca Juga :  Amji Attak, Ranger "Dayak" Resimen Pelopor Brimob Polri yang bertempur dengan Tentara AL Malaysia di Laut China Selatan

Salah satu yang mengambil sikap adalah Bang Ucu Kambing.

Julukan “kambing” berasal dari profesinya sebagai pedagang kambing. Bang Ucu dikenal sebagai ahli bela diri sejak muda dan murid dari pendekar legendaris Betawi, Engkong Sabeni.

Ia pernah beberapa kali mendekam di penjara akibat konflik berdarah dengan preman dan aparat.

Ketika tindakan Hercules semakin brutal—bahkan anak buahnya mengancam membakar kawasan Jatibaru—Bang Ucu turun tangan.

Ia memimpin pasukan jawara Betawi menghadapi kelompok Hercules dalam bentrokan terbuka.

Pertempuran berlangsung sengit. Puluhan orang dari pihak Hercules tewas.
Sang preman sendiri melarikan diri dan mencari perlindungan pada (alm) Haji Lulung, yang saat itu disebut berseberangan dengan para jawara Betawi.

Kemenangan mutlak ada di pihak Bang Ucu. Ia lalu mengusir Hercules dari Tanah Abang dan mendirikan Ikatan Keluarga Betawi Tanah Abang (IKBT), sebuah organisasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban warga.

Baca Juga :  Ketegangan di Mekkah: Pasukan Islam di Ambang Kemenangan Tanpa Tanding

Salah satu bukti keberhasilan IKBT terlihat saat kerusuhan Mei 1998, ketika hampir seluruh Jakarta rusuh, namun Tanah Abang tetap aman karena dijaga ketat para jawara di bawah komando Bang Ucu.

Tak hanya dikenal sebagai pendekar, Bang Ucu juga menjadi tokoh pemersatu.

Saat terjadi ketegangan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Haji Lulung, Bang Ucu turut meredakan konflik. Ia menyerukan perdamaian dan meminta kedua pihak menghentikan sikap kekanak-kanakan.

Bang Ucu Kambing tutup usia pada 2 Januari 2024 di umur 76 tahun setelah berjuang melawan penyakit paru-paru. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

Kini namanya tetap dikenang sebagai legenda Betawi—panglima yang menolak tunduk, dan tetap berdiri membela tanah kelahirannya.

Sumber :Thread hread akun X @mwvmystic

Editor :Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights