BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Viralnya aksi pengibaran bendera bajak laut One Piece jelang HUT RI ke-80 memicu kontroversi.
Namun akun Instagram @merindink menyajikan perspektif unik dengan membayangkan bagaimana respons Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), jika masih hidup menyaksikan fenomena ini.
“Kalau Gus Dur masih hidup, mungkin beliau hanya akan tertawa,” tulis akun tersebut.
Ia mengaitkan kejadian ini dengan peristiwa serupa saat bendera Bintang Kejora dikibarkan di Papua pada masa pemerintahan Gus Dur.
Mengutip cerita dari NU Online, saat Menko Polkam Wiranto melaporkan pengibaran bendera Bintang Kejora yang dianggap makar, Gus Dur hanya menjawab, “Anggap saja itu umbul-umbul.”
Bagi Gus Dur, tidak semua simbol harus ditanggapi dengan ketakutan. Ia menyebut bendera Bintang Kejora sebagai bagian dari budaya masyarakat Papua, bukan semata simbol separatisme.
“Kalau kita anggap sebagai bendera politik, ya salah kita sendiri,” ucap Gus Dur kala itu.
Unggahan @merindink ini sontak ramai diperbincangkan, apalagi di tengah meningkatnya perhatian terhadap simbol-simbol non-negara yang muncul menjelang peringatan kemerdekaan.
Dengan pemikiran visioner seperti Gus Dur, ekspresi budaya atau kritik sosial justru bisa dilihat sebagai bagian dari demokrasi—bukan ancaman.
*/ Editor : Mercurius














