Sidang Perdana Pembunuhan Bidan di Kelayan, Terdakwa Diadili atas Dakwaan Berencana – bomindonesia.com

Sidang Perdana Pembunuhan Bidan di Kelayan, Terdakwa Diadili atas Dakwaan Berencana

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Perdana Pembunuhan Bidan di Kelayan, Terdakwa Diadili atas Dakwaan Berencana

SIDANG PERDANA – Empat orang saksi dihadirkan jaksa usai membacakan dakwaan untuk Andi Yulianto, terdakwa pembunuhan bidan di Kelayan, Selasa (10/2/2026). (foto: Istimewa)

BOMDINONESIA.COM, BANJARMASIN–Kasus pembunuhan seorang bidan yang sempat menghebohkan warga Kelayan akhirnya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa (10/2/2026).

Terdakwa Andi Yulianto alias Encek didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sendra SH melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Hj. Rahmaniah (alm).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Irfannoor Hakim SH, jaksa mengungkap peristiwa itu terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025 sekitar pukul 19.30 Wita di rumah sekaligus tempat praktik korban di Jalan Kelayan A Gang Antasari 2, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaksa menjelaskan, sebelum kejadian terdakwa berada di rumah orang tuanya dan tengah menghadapi persoalan ekonomi keluarga. Terdakwa kemudian berusaha meminjam uang kepada beberapa orang, namun tidak berhasil.

Selanjutnya terdakwa mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah pisau sepanjang sekitar 30 sentimeter yang diselipkan di pinggang.

Sekitar pukul 20.10 Wita, terdakwa tiba di tempat praktik korban dengan berpura-pura meminta obat maag dan memohon pinjaman uang sebesar Rp500 ribu. Namun permintaan tersebut ditolak korban.

Saat korban meninggalkan terdakwa di ruang praktik, terdakwa diduga mencabut pisau dan langsung menyerang korban di ruang tamu hingga korban terjatuh.

Anak korban, Rina Mutia, yang mendengar teriakan langsung datang menolong dan justru turut menjadi korban. Saksi mengalami beberapa luka tusuk dan luka gores saat berusaha melindungi ibunya.

Jaksa menyebut, setelah sempat melarikan diri, terdakwa kembali masuk ke dalam rumah dan kembali menusuk korban sebelum akhirnya kabur meninggalkan lokasi.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sultan Suriansyah, namun meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka tusuk serius yang dialaminya.

Berdasarkan Visum et Repertum RSUD Sultan Suriansyah Nomor 440/2443/2.17–RSSS/X/2025 yang ditandatangani dr. Alexandro Manurung, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang menembus organ vital.

Atas perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP serta Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Usai membacakan surat dakwaan, JPU langsung menghadirkan empat orang saksi untuk menguatkan dakwaannya dalam sidang perdana tersebut.

Penulis*/  Editor: Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Kalsel, Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Kedepankan E-TLE
Kejati Kalsel Tetapkan 3 Pejabat BKSDA jadi Tersangka Korupsi, Audit BPKP Ungkap Kerugian Rp5,6 M
Utang Rp5,7 Juta Berujung Maut, AS Habisi Nyawa Juhrani dan Kabur ke Kalteng, Ditangkap di Tabunganen
38 Jemaah Gagal Umrah, Pasutri Pemilik Travel Naila Syafaah Diseret ke Pengadilan
Sidang 64 Kg Sisik Trenggiling Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Pasal Berlapis
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan BNPB, Adik Kepala Badan Ikut Terseret
Sinergi Bea Cukai – TNI dan AVSEC Ungkap 4,23 Juta Batang Rokok Ilegal dan 1,1 Kg Emas, Dandempom : Laporkan Jika ada Dugaan Keterlibatan Oknum
Babak Baru Kasus KM Virgo Transport 8, Nahkoda Ditetapkan Tersangka

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Kabut Asap Selimuti Kalsel, Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Kedepankan E-TLE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:41 WITA

Kejati Kalsel Tetapkan 3 Pejabat BKSDA jadi Tersangka Korupsi, Audit BPKP Ungkap Kerugian Rp5,6 M

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:12 WITA

Utang Rp5,7 Juta Berujung Maut, AS Habisi Nyawa Juhrani dan Kabur ke Kalteng, Ditangkap di Tabunganen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:08 WITA

38 Jemaah Gagal Umrah, Pasutri Pemilik Travel Naila Syafaah Diseret ke Pengadilan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WITA

Sidang 64 Kg Sisik Trenggiling Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Pasal Berlapis

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights