Saksi Bisu Penculikan Soekarno-Hatta, Begini Potret Rumah Rengasdengklok Kini

Saksi Bisu Penculikan Soekarno-Hatta, Begini Potret Rumah Rengasdengklok Kini

- Redaksi

Minggu, 18 Agustus 2024 - 01:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Rumah Rengasdengklok di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat
(Foto Istimewa)

Potret Rumah Rengasdengklok di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM – Ditengah gegap gempita perayaan HUT ke-79 RI, ada satu peristiwa bersejarah yang tak dapat dipisahkan dari Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa itu adalah Peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada 16 Agustus 1945.

Sejarah mencatat bahwa Peristiwa Rengasdengklok merupakan aksi penculikan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta untuk diamankan ke sebuah rumah di daerah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Tujuannya untuk menjauh kedua negarawan dari pengaruh Jepang yang ingin menghalangi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Lantas, bagaimana terjadinya peristiwa Rengasdengklok dan potret Rumah Rengasdengklok kini? Simak penjelasannya berikut ini.

Potret Rumah Rengasdengklok Kini

Diketahui Rumah Rengasdengklok merupakan milik Djiauw Kie Siong yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Mengutip Jurnal Ilmiah Karawang (2023), bangunan bersejarah ini dibangun oleh Djaw Kie Song pada 1920, hingga kemudian digunakan golongan muda untuk mengamankan Soekarno dan Mohammad Hatta dari pengaruh Jepang pada 1945.

Baca Juga :  Mengenal Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo Ayah dari Prabowo Subianto

Menariknya, Rumah Rengasdengklok awalnya berdiri di Desa Bojong yang berada di seberang Sungai Citarum. Namun, lokasinya lantas dipindahkan ke Kalimati pada 1957 karena dampak abrasi di Karawang.

Proses pemindahannya pun tak bisa dilakukan sembarangan karena harus melepas satu per satu bagian papan dinding kayu dan semua rusuk-rusuk bagian rumah. Terlebih karena Rumah Rengasdengklok bermodel semipermanen dengan atap dari anyaman bambu dan atap bagian luar menggunakan genteng geser.

Berdasarkan laporan Antara pada Rabu, 14 Agustus 2024, Rumah Rengasdengklok kini diwariskan kepada Djiauw Kiang Lin. Bangunan yang dihias dengan cat bernuansa hijau tersebut kini salah satu destinasi wisata sejarah.

Interiornya pun dipertahankan seperti kondisi aslinya, dengan tambahan pajangan potret Proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta.

Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok 

Terjadi pada 16 Agustus 1945, Peristiwa Rengasdengklok dipicu oleh kabar bom atom yang dijatuhkan Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Baca Juga :  O.M. Pancaran Muda dan Wiwiek Abidin Menghibur Masyarakat Banjarmasin

Pada saat itu, tiga tokoh Nasional yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat sedang bertemu Marsekal Terauchi di Vietnam.

Berita kekalahan Jepang ini didengar golongan muda melalui siaran radio British Broadcasting Corporation (BBC) pada 10 Agustus 1945.

Salah seorang tokoh golongan muda, Sutan Syahrir, mendesak Mohammad Hatta secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sekembalinya ia dari Vietnam. Namun, usulan itu ditolak karena Proklamasi Indonesia diserahkan kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Akan tetapi, golongan muda menilai PPKI merupakan organisasi bentukan Jepang, sehingga khawatir Kemerdekaan Indonesia tak bisa bebas dari pengaruh penjajah.

Usai melaksanakan rapat di Cikini 71, Jakarta, golongan muda sepakat untuk mengamankan Soekarno dan Mohammad Hatta ke luar kota. Daerah Rengasdengklok atau markas PETA yang berada di 15 km dari Kedung Gede, Karawang pun dipilih. (*)

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

Yandi Pratama bersama Ahmad Dhani dan istrinya Mulan Jameela (Foto Istimewa)

Halo Indonesia

Kembali Muncul, Yandi Pratama Siap Ramaikan Lagi Industri Musik Nasional

Kamis, 16 Apr 2026 - 01:27 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Koperasi Kelurahan Merah Putih di Banjarmasin Terus Tingkatkan Kapasitas

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:06 WITA

Verified by MonsterInsights