Situasi PN Depok Usai OTT KPK

Situasi PN Depok Usai OTT KPK

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengadilan Negeri (PN) Depok Jawa Barat

Pengadilan Negeri (PN) Depok Jawa Barat

BOMINDONESIA.COM, DEPOK – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang diduga hakim di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Dalam operasi tersebut, KPK berhasil mengamankan diduga Wakil Ketua PN Depok yang diduga menerima suap mencapai ratusan juta rupiah.

Mengutip laporan Liputan6.com di lokasi, suasana di PN Depok tampak sepi dan tidak ada aktivitas yang terlihat. Pagar pengadilan pun terlihat tertutup, dan hanya ada beberapa petugas keamanan yang tampak berjaga di area tersebut.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Program CSR, Ini yang Diperiksa KPK

Pihak humas PN Depok sudah dihubungi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang diterima.

Selain itu, belum ada pernyataan resmi dari PN Depok terkait penangkapan Wakil Ketua mereka dalam operasi KPK yang berlangsung diam-diam.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, telah mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar,” ungkap Fitroh pada Kamis (5/2/2026).

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan penangkapan terhadap hakim lain yang terlibat dalam kasus dugaan suap di wilayah Kota Depok. “Benar,” tambahnya.

Baca Juga :  Direktur Tiga Perusahaan Tambang Ditahan, Kejati Kaltim Ungkap Dugaan Korupsi Rp500 Miliar

Fitroh menjelaskan bahwa operasi di Kota Depok ini berkaitan dengan dugaan suap dalam pengurusan perkara. “Ya,” katanya.

Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap dalam operasi ini.

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Pembunuhan Bidan di Kelayan, Encek Divonis Seumur Hidup
Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Karhutla dan Dalmas, 750 Personel Disiagakan
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 43,8 Kg Sabu, Pelajar Jaksel Diduga Terseret Jaringan Fredy Pratama
Suami Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri di Hotel ke Polresta Banjarmasin
Dirreskrimum Polda Kalsel Dalami Kasus Dugaan Penggelapan Rp 22 M Koperasi Kopbun Sawit Sejati
Buronan Narkoba Internasional “The Doctor” Dibekuk di Malaysia
Sidang Pembunuhan Mahasiswi ULM, Teman Korban sempat Sarankan tak Perlu Menemui Selli
Polisi Ungkap Motif Pelaku Pembunuhan Sadis di Gang Masjid Jami 1 Banjarmasin
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:04 WITA

Kasus Pembunuhan Bidan di Kelayan, Encek Divonis Seumur Hidup

Selasa, 14 April 2026 - 16:03 WITA

Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Karhutla dan Dalmas, 750 Personel Disiagakan

Senin, 13 April 2026 - 14:43 WITA

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 43,8 Kg Sabu, Pelajar Jaksel Diduga Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sabtu, 11 April 2026 - 18:20 WITA

Suami Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri di Hotel ke Polresta Banjarmasin

Kamis, 9 April 2026 - 23:29 WITA

Dirreskrimum Polda Kalsel Dalami Kasus Dugaan Penggelapan Rp 22 M Koperasi Kopbun Sawit Sejati

Berita Terbaru

Berinvestasi Melalui Bitcoin

Bisnis

Mengapa Bitcoin Semakin Populer?

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:08 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Persiapkan Penghargaan Kota Sehat Swastisaba Wistara

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:23 WITA

Yandi Pratama bersama Ahmad Dhani dan istrinya Mulan Jameela (Foto Istimewa)

Halo Indonesia

Kembali Muncul, Yandi Pratama Siap Ramaikan Lagi Industri Musik Nasional

Kamis, 16 Apr 2026 - 01:27 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Koperasi Kelurahan Merah Putih di Banjarmasin Terus Tingkatkan Kapasitas

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:06 WITA

Verified by MonsterInsights